Assalamualaikum... :)
Yo~ what's up? Udah berapa lama aku nggak nulis di sini? Blog sampai dekil and the kumal, bahkan sampai nyaris jamuran kali, ya... apa kabar? How's life?
Daebak. Aku sampai bingung harus cerita dari mana. Yang jelas aku sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Yang Di Atas bahwa aku sudah diberi banyak karunia dan hadiah-hadiah serta keajaiban yang tak terduga.
Aku lulus. Lulus SMA.
Here I am, after a long time. Now I'm coming as a (calon) freshman, hehehe... dan yang lebih Alhamdulillah lagi aku diterima di Ilmu Komunikasi UGM.
Aku bener-bener nggak nyangka. Malam itu, aku pulang dengan terburu-buru dari sekolah, tanpa mempedulikan tatapan aneh orang lain kenapa aku begitu nggak mempedulikan hujan yang membasahi sekujur tubuh. Sesampainya di rumah, aku langsung teriak-teriak, "Mama! Ternyata pengumuman SNMPTN-nya udah keluar dari jam 4 pm tadi! Ayo, cek! Kita periksa! Nyalain komputer!"
Dan ternyata... aku diterima. :')
Aku langsung jerit-jerit seneng, Mama juga. Mbah sampai nyium keningku. Adikku bengong liat aku kayak orang kesetanan, jempalitan nggak karuan. Aku langsung telepon Bapak dan Bapak juga seneng.
Akhirnya... doaku terjawab. Terima kasih, Ya Allah! :')
Aku sempat takut. Bukan karena nggak diterima lewat SNMPTN (karena kupikir masih ada jalur lain, SBMPTN, yang emang waktu itu lagi ku persiapin dengan hampir tiap hari keluar rumah untuk les), tapi karena jurusan yang kupilih. Semula aku berdebat dengan Bapak tentang keinginanku nyemplung di dunia seni. Aku pengen banget sekolah seni, entah itu di bidang seni lukis, teater, atau bahkan perfilman (coba!). Aku pengen mendalami seni ini, aku nggak mau melepaskannya gitu aja. Dan setelah perdebatan di telepon selama beberapa waktu, akhirnya aku nyerah.
Okay, kalau aku nggak boleh masuk di dunia seni, aku mau menekuni bidang sastra (yang aku yakini di sana aku akan menemukan bahan-bahan pelajaran seperti sastra lama dan modern, puisi dengan kerumitannya yang bikin kepala pusing tapi menarik, dll...). Aku lahir dengan kesenanganku akan menggambar dan menulis, aku nggak bisa hidup tanpa keduanya. Selagi aku melamun atau menjelang tidur, pasti di kepalaku selalu berputar tentang alur cerita (dan entah kenapa temanya selalu tentang a stubborn young girl yang cuek dan selalu bicara tentang cinta harus begini, harus begitu, padahal dia sendiri belum ngerti sama sekali artinya cinta), terus aku gambarkan tokohnya dalam lembar demi lembar kertas HVS (and guess what? Kertas-kertas HVS di rumah selalu habis bukan untuk keperluan nge-print, tapi karena "dicolong" aku buat menggambar berbagai tokoh imajinasi yang nggak henti-hentinya muncul di kepalaku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk membeli buku sketsa yang tebal setebal-tebalnya), bahkan terkadang aku membayangkan kalau cerita-cerita ini kelak akan diangkat ke layar lebar. Mengasyikkan, pikirku. Jadi, kalau nggak boleh masuk sekolah seni, baiklah... aku putuskan masuk jurusan Sastra Indonesia.
Dan ternyata... ditentang (lagi). Aku bingung. Apa aku harus mempertahankan jurusan Psikologi yang ingin aku masuki sejak SMP? Aku juga tertarik dalam bidang Psikologi tapi entah kenapa hasratku selalu menggebu-gebu setiap aku menulis (satu hal yang membuatku selalu menunda makan dan terjangkit "penyakit" tidur larut malam). Jadi, bapakku menyarankan Ilmu Komunikasi. Di sana, aku diharapkan bisa lebih berkembang. Setelah penjelasan panjang lebar selama semalam tentang gambaran Ilmu Komunikasi, ya sudah. Aku pilih itu. Dan nggak tau kenapa Bapak berharap banget aku bisa diterima di situ. Sampai-sampai bapakku bilang kalau aku diterima di pilihan kedua, Psikologi, aku disuruh membuangnya dan ambil jalur tes (entah SBMPTN, UM, atau apalah) sampai aku berhasil masuk Ilmu Komunikasi. Coba!
Padahal bagiku nggak masalah kalau aku diterima di Ilmu Komunikasi atau Psikologi. Toh aku suka keduanya. Tapi kalau sampai aku diterima di Psikologi... aku harus gimana?
Aku sampai berdoa... Ya Allah, tolong bantu aku. Kalau aku bisa diterima di Ilmu Komunikasi, ya Alhamdulillah... please, Ya Allah... seenggaknya aku pengen liat wajah bapakku seneng. Andaikata aku memang ditakdirkan untuk nyemplung ke Psikologi, lapangkanlah hati bapakku. Aku ikhlas, Ya Allah... terserah Allah aja baiknya gimana.
... Dan ternyata doaku didengar oleh-Nya. :')
Terima kasih, Ya Allah... terim kasih. :')
Dan maaf, aku masih banyak dosa. :'(
Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts
Friday, June 14, 2013
Wednesday, February 20, 2013
Ibu Haryanti
Bu Haryanti,
taukah Ibu bahwa Ibu adalah satu-satunya
guru yang mampu menggugah semangat tentang kehidupan dalam diri saya
melalui cerita-cerita Ibu yang terhampar tiada batasnya?
Bu Haryanti,
tiada bosankah Ibu
mendulang perintah yang sama
meminta anak didikmu yang tak bisa berhenti berkicau
hingga waktu terlalu cepat untuk merasa usai?
Bu Haryanti,
beri ceritamu
pada kami yang haus akan dongeng kebajikanmu
yang memberi titik-titik cahaya penerang
dalam hidup remaja yang mudah tergelincir di lembah rintangan.
Tiada mengapa kau tak lagi bisa dengan jelas melihat bayang kami
karena bayang-bayang ini adalah milik Ibu, bayang-bayang para anak yang merindu
uluran kasih seorang ibu
dan guru, yang terus tegar berdiri dan mondar-mandir dalam ruang penuh bangku ini,
dan akan terus merangkul bayang Ibu hingga
Ibu dapat dengan jelas menangkap wajah-wajah belasan tahun,
wajah-wajah penuh kasih... terhadapmu.
Bu Haryanti,
bagaimana keadaan Ibu sekarang?
Masihkah Ibu takut dengan penglihatan yang bagimu bak hendak menelan Sang Surya?
Ibu tidak perlu takut.
Mungkin kami ribut, atau apalah
yang mampu mengikis kesabaranmu satu demi satu,
tapi kami menyayangi Ibu.
Ibu pasti sembuh.
Tiada lagi yang perlu mengganggu pandangan Ibu
dengan tangan ajaib-Nya,
yang mampu menghantarkan keajaiban
pada diri Ibu yang telah mengabdi dan
terukir dalam cita dan cinta kami.
Karenanya,
jangan pernah merasa lelah.
Pun kami akan terus berusaha
layaknya Ibu
agar kami pula bisa melihat
berlapis-lapis kebajikan yang tertanam dalam hidup di balik kemelut mendung,
seperti ceritamu
pada kami.
taukah Ibu bahwa Ibu adalah satu-satunya
guru yang mampu menggugah semangat tentang kehidupan dalam diri saya
melalui cerita-cerita Ibu yang terhampar tiada batasnya?
Bu Haryanti,
tiada bosankah Ibu
mendulang perintah yang sama
meminta anak didikmu yang tak bisa berhenti berkicau
hingga waktu terlalu cepat untuk merasa usai?
Bu Haryanti,
beri ceritamu
pada kami yang haus akan dongeng kebajikanmu
yang memberi titik-titik cahaya penerang
dalam hidup remaja yang mudah tergelincir di lembah rintangan.
Tiada mengapa kau tak lagi bisa dengan jelas melihat bayang kami
karena bayang-bayang ini adalah milik Ibu, bayang-bayang para anak yang merindu
uluran kasih seorang ibu
dan guru, yang terus tegar berdiri dan mondar-mandir dalam ruang penuh bangku ini,
dan akan terus merangkul bayang Ibu hingga
Ibu dapat dengan jelas menangkap wajah-wajah belasan tahun,
wajah-wajah penuh kasih... terhadapmu.
Bu Haryanti,
bagaimana keadaan Ibu sekarang?
Masihkah Ibu takut dengan penglihatan yang bagimu bak hendak menelan Sang Surya?
Ibu tidak perlu takut.
Mungkin kami ribut, atau apalah
yang mampu mengikis kesabaranmu satu demi satu,
tapi kami menyayangi Ibu.
Ibu pasti sembuh.
Tiada lagi yang perlu mengganggu pandangan Ibu
dengan tangan ajaib-Nya,
yang mampu menghantarkan keajaiban
pada diri Ibu yang telah mengabdi dan
terukir dalam cita dan cinta kami.
Karenanya,
jangan pernah merasa lelah.
Pun kami akan terus berusaha
layaknya Ibu
agar kami pula bisa melihat
berlapis-lapis kebajikan yang tertanam dalam hidup di balik kemelut mendung,
seperti ceritamu
pada kami.
Labels:
confession,
daily activities,
life,
poem,
school,
teenage
Tuesday, May 1, 2012
Cinta = Ilusi?
Aku bingung harus mulai ngomong dari mana. Yang jelas, aku kesal sekesal-kesalnya. Tapi, yah... ini juga karena kesalahanku, sih.
Berawal dari kejadian tanggal 25 Agustus 2011, dia nembak aku di depan teman-teman sekelas (X-7). Sebelumnya, aku udah dikasih tau kalau dia ada "rasa" sama aku. Waktu itu aku benar-benar kaget dan nggak nyangka... bisa-bisanya? Dan setelah kupikir matang-matang...
Mungkin... aku juga SUKA dia.
Jadi, waktu mau ada acara buka bersama dan teman-teman memaksaku ikut, aku yakin ada yang nggak beres. Feeling-ku mau ditembak. Dan... Oh My God. Feeling-ku benar.
Aku nggak nyangka bakal ditembak dengan cara seperti itu. Benar-benar nggak nyangka. Saking nggak nyangkanya sampai-sampai aku nangis terharu. Saat itu juga aku bilang kalau aku juga suka sama dia.
Tapi, orang tuaku melarangku pacaran. Jadi, ( dengan begonya ) aku tanya dia, "Kamu mau nunggu aku?"
Dan dia setuju.
Dan bodohnya lagi, aku nggak menjelaskan lebih lanjut arti dari "menunggu" itu. "Menunggu" yang kumaksud adalah apabila dalam proses menunggu itu dia menemukan yang lebih baik daripada aku, it's okay. Aku fine, kok. Nggak masalah, karena memang dari awal nggak ada ikatan di antara kita, kan?
Dan yang lebih bodohnya lagi, aku nggak ngasih tau dia tentang perasaan suka yang aku rasakan. Buat aku ( terutama setelah belajar dari pengalaman yang telah lalu ), aku menganggap bahwa rasa suka itu adalah sesuatu yang wajar. Lagipula itu juga merupakan salah satu bagian dari kehidupan remaja, kan? Tapi, caraku menanggapinya beda dengan yang lainnya, yang biasanya langsung pada jalan bareng, mojok di mana-manalah, SMS-an, telepon-teleponan, dll... aku hanya menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar, yang biasa. It's normal if I had a feeling of him, tapi buatku itu yaa... "suka" yang sebatas "suka". Udah, itu aja. Nggak berlebihan.
Tapi kamu tau, nggak apa yang dia lakukan?
Gosip menyebar di mana-mana!
Ada yang bilang aku pacaran sama dia udah satu bulan. Dan begitu aku tanya orang-orang tentang sumber berita nggak jelas itu, mereka bilang sumbernya dari si dia sendiri. What!? Kapan kita jadian!?
Okelah, aku udah memprediksikan bakal ada gosip atau "kicauan" lainnya yang mengudara. Tapi, aku sama sekali nggak nyangka bakal separah ini. Berita darimana itu? Itu beneran dia yang nyebar-nyebarin? Kalau iya, GE-ER banget itu orang.
Okay, aku mencoba sabar. Dan aku juga mencoba untuk memaklumi. Tapi ternyata nggak cuma itu aja...
Dengan status-statusnya yang selalu mengudara alias up to date, isinya tentang cintaaa... semua. Oh, God... sekolah aja belum selesai, sebegitu seriusnya kamu memikirkan soal cinta? Sebegitu dalamnya kah?
Jujur, perasaan kagum dan suka yang aku rasakan perlahan-lahan mulai luntur, bahkan berganti dengan perasaan ill-feel... sekaligus takut.
Hey, cewek mana, sih, yang nggak takut kalau tau ada cowok yang suka sama dia sampai memaparkan segala hal yang si cowok rasakan di status? Kalaupun ada, paling cuma segelintir cewek alias minoritas. Dan sisanya? Sebagian besar cewek akan menjawab takut, ill-feel, bahkan lebih parahnya lagi si cowok bakal dianggap "stalker" atau terlalu ambisius.
Aku udah coba menyindir secara halus lewat Twitter...
Dia nggak ngerti ( atau sindiranku yang emang kurang "JLEB"? ).
Aku udah coba berusaha kasih tau langsung ke dia kalau aku benar-benar nggak suka dengan "polah"-nya yang satu itu...
Tapi ku batalkan. Aku nggak tega membayangkan wajahnya yang lagi berbunga-berbunga sampai sebegitu menggebu-gebunya tiba-tiba harus down berat.
Akhirnya, aku minta tolong salah seorang sahabatku sebagai perantara...
Sahabatku udah ngomong ( walaupun lewat chatting, sih... ), dan dia bilang kalau aku salah sangka. Katanya dia cuma nulis-nulis lagu di status-statusnya itu, bukan gombalan.
Oh, maksudmu lirik-lirik lagu yang kamu tuliskan itu nggak ada maksud apa-apa selain benar-benar HANYA SEKEDAR menulis lagu?
Oh, Boy! Kamu tau, nggak? Maksudmu itu bisa disalahpahami orang lain yang membaca status-statusmu itu!
Okelah, itu hakmu untuk menuliskan apapun dalam statusmu. Aku sadar.
Okelah, nggak seharusnya aku mengatur-ngatur kamu ataupun ikut campur mengenai hakmu dalam menuangkan "kreasi"-mu di statusmu. Aku tau.
Tapi setidaknya bisa, nggak, kamu pergunakan hakmu itu secara bertanggung jawab? Maksudku, jangan sampai kamu pergunakan hakmu itu sampai orang lain merasa tidak nyaman.
Mungkin kamu memang nggak bermaksud apa-apa, tapi status-statusmu itu bisa jadi "trending topic" karena disalahartikan orang lain, dan kemungkinan terburuknya adalah kamu akan mendapat label atau cap, alias julukan yang orang lain tujukan padamu berdasarkan pemikiran-pemikiran yang kamu tuangkan di statusmu tanpa kamu "filter" terlebih dahulu.
Dan, please... bedakan mana hal privasi dan mana hal umum. Twitter itu bukan buku harian ( yah... tapi terserah, sih, kalau kamu memang menganggapnya sebagai buku harian. Yang penting jangan sampai meresahkan "warga" timeline lainnya ).
Dan jujur, yah... maaf terkesan kasar, tapi inilah aku apa adanya.
AKU PALING NGGAK SUKA SAMA COWOK TUKANG GOMBAL YANG TIDAK BISA MEMBEDAKAN MANA HAL YANG TERMASUK PRIVASI ATAU PRIBADI DAN MANA HAL YANG TERMASUK BOLEH DIUNGKAPKAN DI MUKA UMUM.
Waktu itu kesabaranku udah benar-benar habis, apalagi semenjak kemunculan statusnya yang "itu".
Akhirnya, setelah berdiskusi dan curhat sampai mewek-mewek ( lebay sekali saya ini ) dengan para sahabat, aku putuskan untuk ngomong langsung ke dia...
Bahwa aku memang bersalah. Maafkan aku.
Bahwa arti "menunggu" yang kumaksud bukan benar-benar suatu penantian yang seperti itu. "Menunggu"-ku bermaksud memberi kelonggaran padamu untuk tidak terikat padaku.
Bahwa aku masih muda, dan masih banyak hal yang ingin kukejar serta butuh konsentrasi penuh. Pendidikan, pergaulan, nilai-nilai hidup, impian, tujuan hidup...
Bahwa secara tidak langsung, aku memberitahukan tentang perasaanku yang sudah luntur. So, it's enough. We're friends now.
Dan dia bilang bahwa dia nggak masalah, kita berteman. Tapi, dia ngomong dengan wajah yang lesu ( ya iyalah! ).
Malamnya, dia nongol lagi di timeline. Kali ini, isi statusnya tentang kerelaannya melepaskan aku demi kebahagiaan aku.
Bukan. Maksudku bukan hanya untuk kebahagiaanku, tapi juga untuk kebahagiaanmu. Yang ku harapkan adalah meskipun awalnya saling tersakiti, tapi kemudian kita bisa tetap berteman dan bahagia dengan jalan kita masing-masing. Dan dari kejadian ini juga, aku pengen kita berdua sama-sama memetik pelajaran bahwa di usia kita yang masih belia ini memang belum masanya untuk membicarakan hal yang complicated seperti cinta. Coba saja kau jabarkan, bisakah kau mendefinisikan arti cinta yang mendalam dan sesungguhnya, baik secara luas maupun simple-nya?
Jangan pernah kau berani mengatakan cinta jika kau sendiri pun "salah jalur" dalam memahaminya.
Tapi, seiring berjalannya timeline...
Wah. Status-status galaunya mulai bermunculan.
Dan untuk beberapa hari ke depan, status-status itu masih suka bermunculan.
Oh, please. Kalau emang dari awal kamu bilang udah rela, ya udah. Jangan menambah kesalahpahaman orang lain. Aku tau kamu merasa sakit, tapi apa kamu kira aku juga nggak sakit? Di sini, aku terlihat sebagai pihak yang ( paling ) bersalah, dan itu rasanya menyakitkan. Semakin kamu menampakkan status-status galaumu itu, semakin merasa terpojoklah saya.
Tapi, ya sudahlah... aku paham. Aku ngerti kenapa kamu menuliskan hal-hal itu. *Mengangguk-anggukkan kepala*
Dan... Alhamdulillah, sekarang status-status seperti itu sudah jarang terlihat.
Yang jadi masalah sekarang adalah gosip yang masih terus merebak, sampai-sampai cap saya sebagai cewek PHP ( Pemberi Harapan Palsu ) pun tak kunjung hilang. Lebih parahnya lagi, gosip tentang aku dan dia yang in relationship masih aja nggak ada habisnya.
Benar-benar opera sabun yang hebat. Saya jadi geram.
Yah... ini sudah merupakan konsekuensi yang harus saya tanggung.
Bismillah... sabar.
Kalau kamu baca ini, aku minta maaf. Benar-benar maaf.
Apa kamu kaget melihat tulisanku yang satu ini?
Terkesan kasar, ya? Memang. Hehehe. Saya memang kasar dan ceplas-ceplos.
Maaf, kalau tulisan ini membuatmu panas. Tapi, sekali lagi aku BENAR-BENAR MINTA MAAF.
Dan bagi orang lain yang juga turut mambaca posting-an saya yang satu ini, selamat membaca dan silakan ambil kesimpulan masing-masing.
Cinta itu ilusi bagi orang seperti saya yang memang belum matang dalam memahami makna cinta yang sebenarnya.
Bonne Nuit.
Friday, April 6, 2012
Tolong Aku...
Seseorang tolong aku...
Aku udah terserang mencret selama 9-10 hari, dan sampai sekarang masih.
Aku capek. Aku ingin bisa beraktivitas seperti biasa.
Aku udah minum obat, frekuensi buang airnya udah berkurang, tapi belum kunjung sembuh.
Seseorang tolong aku...
Aku udah terserang mencret selama 9-10 hari, dan sampai sekarang masih.
Aku capek. Aku ingin bisa beraktivitas seperti biasa.
Aku udah minum obat, frekuensi buang airnya udah berkurang, tapi belum kunjung sembuh.
Seseorang tolong aku...
Sunday, March 25, 2012
Give Up?
... Halo~
Pembinaan intensif OSN Ekonominya udah dimulai sejak Kamis yang lalu, nih... berarti, sampai detik ini aku udah mengikuti pembinaan selama tiga hari dan itu sama sekali nggak membosankan. Aneh, ya? Padahal bayanganku awal-awalnya udah suntuk, nggak mudeng, dll... tapi, guess what? Aku menikmatinya.
Yang jadi masalah sekarang adalah gimana caranya supaya aku nggak tertekan menghadapi soal-soal dan logika yang harus ku pakai. Secara, yah, ( jujur ) aku bukan tipe orang yang rasional. Sulit rasanya menghadapi soal kalau 100% pakai logika, aku lebih cenderung hapalan dan terkadang persis kayak apa yang ada di buku ( di situ salahku! ). Mau nggak mau aku harus berjuang mengubah tipe atau pola belajarku.
Ada hal lain lagi yang membuat aku merasa tertekan. Aku, tuh, rasanya begooo... banget. Sama anak-anak lainnya, terutama aksel atau katakanlah anak-anak kelas X, aku rasanya kayak selalu jauh tertinggal. Kalau udah habis ngerjain soal dan diperiksa teman lainnya, aku penasaran banget berapa salahku. Tapi, aku tau nantinya aku juga bakal gela sendiri karena salahku banyak banget dibanding yang lainnya. Tau, nggak? Pas pembinaan hari kedua, nilaiku paling rendah. Masa' dari 79 soal aku salah 41? Kebangetan!
Malu. Malu rasanya. Belum lagi kalau harus menghadapi semangatku yang "kembang-kempis". Aku senang mendengar cerita Mbak Nanda tentang pengalamannya selama mengikuti OSN Ekonomi sampai akhirnya dia dapat medali perak. Setelah mendengar itu, aku biasanya membayangkan aku yang nantinya juga akan dikalungi medali itu ( entah emas, perak, atau perunggu ) dan aku jadi termotivasi. Tapi, sesampainya di rumah, semangatku langsung mengendur. Mau belajar aja rasanya beraaattt... banget. Padahal aku yakin, tuh, yang lainnya pada belajar mati-matian ( makanya nilai mereka bagus-bagus, yah. Dan nilaiku rendah. Hmm. ) sedangkan aku bawaannya ngantuuuk... melulu. Ujung-ujungnya tidur. Dan yang baru dipelajari cuma seupil.
Sifat burukku adalah aku nggak bisa mengendalikan rasa malasku, suka menunda-nunda, dan sulit untuk benar-benar full-motivated. Satu lagi, terkadang aku suka meremehkan yang ujung-ujungnya menyesal sendiri. Aku nggak bisa menghargai waktu, dan aku benci itu. Setiap kali aku bercermin, aku selalu teriak dalam hati sampai muak rasanya, "Kamu itu apa? Siapa? Lia? Mau jadi apa kamu kalau kamu malas-malasan kayak gitu? Itu manusia apaan coba lagi bercermin mukanya hopeless banget? Kamu nggak berguna kalau kamu nggak mau berusaha. Kamu itu banyak kekurangannya, jadi kalau mau berusaha harus berkali-kali lipat daripada orang lain! Kamu itu terlalu lemah! Terlalu sombong!"
BANG! Pengen banget rasanya kutonjok itu cermin. Aku jadi ngamuk sendiri, nih...
Jadi pengen nangis. Berasa "terbelakang" gitu, nggak, sih? Aku capek. Aku capek bertarung melawan diriku sendiri. Ingat Tuhan pun terkadang karena merasa itu adalah suatu kewajiban, bukan benar-benar sadar dari hati yang terdalam. Terkadang aku pengen menyerah, "Ah... udah, ah. Yang lain lebih pintar dari aku. Udahlah, mereka aja yang maju."
Aku terlalu banyak mengeluh. Terlalu banyak "ini-itu". Tapi, biarpun begitu terkadang masih ada "suara" lain dalam hati kecil aku berteriak, "Jangan, Lia! Jangan berikan kesempatan emas itu pada orang lain! Berusahalan dulu semampumu, kerahkan semua kemampuanmu. Sisanya serahkan pada Yang Di Atas, jadinya terpilih atau tidak kamu nggak akan menyesal."
... Dan 75% dari dalam diriku belum mau menyerah.
Tapi aku takut 25%-nya ini semakin membesar, yang nantinya bakal semakin menciutkan nyaliku.
"Proses berbanding lurus dengan hasil."
Semangat, Lia!
Hhh~
Pembinaan intensif OSN Ekonominya udah dimulai sejak Kamis yang lalu, nih... berarti, sampai detik ini aku udah mengikuti pembinaan selama tiga hari dan itu sama sekali nggak membosankan. Aneh, ya? Padahal bayanganku awal-awalnya udah suntuk, nggak mudeng, dll... tapi, guess what? Aku menikmatinya.
Yang jadi masalah sekarang adalah gimana caranya supaya aku nggak tertekan menghadapi soal-soal dan logika yang harus ku pakai. Secara, yah, ( jujur ) aku bukan tipe orang yang rasional. Sulit rasanya menghadapi soal kalau 100% pakai logika, aku lebih cenderung hapalan dan terkadang persis kayak apa yang ada di buku ( di situ salahku! ). Mau nggak mau aku harus berjuang mengubah tipe atau pola belajarku.
Ada hal lain lagi yang membuat aku merasa tertekan. Aku, tuh, rasanya begooo... banget. Sama anak-anak lainnya, terutama aksel atau katakanlah anak-anak kelas X, aku rasanya kayak selalu jauh tertinggal. Kalau udah habis ngerjain soal dan diperiksa teman lainnya, aku penasaran banget berapa salahku. Tapi, aku tau nantinya aku juga bakal gela sendiri karena salahku banyak banget dibanding yang lainnya. Tau, nggak? Pas pembinaan hari kedua, nilaiku paling rendah. Masa' dari 79 soal aku salah 41? Kebangetan!
Malu. Malu rasanya. Belum lagi kalau harus menghadapi semangatku yang "kembang-kempis". Aku senang mendengar cerita Mbak Nanda tentang pengalamannya selama mengikuti OSN Ekonomi sampai akhirnya dia dapat medali perak. Setelah mendengar itu, aku biasanya membayangkan aku yang nantinya juga akan dikalungi medali itu ( entah emas, perak, atau perunggu ) dan aku jadi termotivasi. Tapi, sesampainya di rumah, semangatku langsung mengendur. Mau belajar aja rasanya beraaattt... banget. Padahal aku yakin, tuh, yang lainnya pada belajar mati-matian ( makanya nilai mereka bagus-bagus, yah. Dan nilaiku rendah. Hmm. ) sedangkan aku bawaannya ngantuuuk... melulu. Ujung-ujungnya tidur. Dan yang baru dipelajari cuma seupil.
Sifat burukku adalah aku nggak bisa mengendalikan rasa malasku, suka menunda-nunda, dan sulit untuk benar-benar full-motivated. Satu lagi, terkadang aku suka meremehkan yang ujung-ujungnya menyesal sendiri. Aku nggak bisa menghargai waktu, dan aku benci itu. Setiap kali aku bercermin, aku selalu teriak dalam hati sampai muak rasanya, "Kamu itu apa? Siapa? Lia? Mau jadi apa kamu kalau kamu malas-malasan kayak gitu? Itu manusia apaan coba lagi bercermin mukanya hopeless banget? Kamu nggak berguna kalau kamu nggak mau berusaha. Kamu itu banyak kekurangannya, jadi kalau mau berusaha harus berkali-kali lipat daripada orang lain! Kamu itu terlalu lemah! Terlalu sombong!"
BANG! Pengen banget rasanya kutonjok itu cermin. Aku jadi ngamuk sendiri, nih...
Jadi pengen nangis. Berasa "terbelakang" gitu, nggak, sih? Aku capek. Aku capek bertarung melawan diriku sendiri. Ingat Tuhan pun terkadang karena merasa itu adalah suatu kewajiban, bukan benar-benar sadar dari hati yang terdalam. Terkadang aku pengen menyerah, "Ah... udah, ah. Yang lain lebih pintar dari aku. Udahlah, mereka aja yang maju."
Aku terlalu banyak mengeluh. Terlalu banyak "ini-itu". Tapi, biarpun begitu terkadang masih ada "suara" lain dalam hati kecil aku berteriak, "Jangan, Lia! Jangan berikan kesempatan emas itu pada orang lain! Berusahalan dulu semampumu, kerahkan semua kemampuanmu. Sisanya serahkan pada Yang Di Atas, jadinya terpilih atau tidak kamu nggak akan menyesal."
... Dan 75% dari dalam diriku belum mau menyerah.
Tapi aku takut 25%-nya ini semakin membesar, yang nantinya bakal semakin menciutkan nyaliku.
"Proses berbanding lurus dengan hasil."
Semangat, Lia!
Hhh~
Tuesday, December 13, 2011
MENGUMPAT
Nggak tau kenapa, nih, akhir-akhir ini jadi sensitif aja gitu...
Kayaknya apa-apa dibikin kesal terus.
Mau ngapa-ngapain jadinya nggak enak.
Sebenarnya dari dulu yang pengen banget aku lakukan tiap kali kondisiku lagi begini cuma satu, yaitu MENGUMPAT.
Kenapa harus MENGUMPAT?
Karena menurutku, dengan mengumpat bisa mengeluarkan sebagian emosi yang ada dalam diri kita.
Karena menurutku, dengan mengumpat seakan-akan sebagian beban kita ikut hilang.
Karena menurutku, dengan mengumpat dapat melampiaskan semua kekesalan yang ada, jadinya sedikit merasa lega.
Tapi setiap kali aku mau mengumpat...
Lidahku seperti tertahan.
Seolah-olah seperti ada yang berteriak, "Jangan!"
Padahal orang lain dengan mudahnya mengucapkan "C****E", "S**T", "F**K", "K***T", "*S*", atau berbagai "kebun binatang" lainnya.
Terus, aku harus gimana?
Aku udah ber-Istighfar...
Tapi rasanya Istighfar pun belum cukup untuk meredam emosiku.
Dan juga belum cukup untuk menutupi kesalahanku, bertaubat, bahkan untuk memaafkan diriku sendiri.
Rasanya aku kayak manusia nggak tau malu.
NGGAK TAU BERSYUKUR!
Tuhan,
Jangan sampai aku terjerat dalam lingkaran setan.
Aamiin...
Kayaknya apa-apa dibikin kesal terus.
Mau ngapa-ngapain jadinya nggak enak.
Sebenarnya dari dulu yang pengen banget aku lakukan tiap kali kondisiku lagi begini cuma satu, yaitu MENGUMPAT.
Kenapa harus MENGUMPAT?
Karena menurutku, dengan mengumpat bisa mengeluarkan sebagian emosi yang ada dalam diri kita.
Karena menurutku, dengan mengumpat seakan-akan sebagian beban kita ikut hilang.
Karena menurutku, dengan mengumpat dapat melampiaskan semua kekesalan yang ada, jadinya sedikit merasa lega.
Tapi setiap kali aku mau mengumpat...
Lidahku seperti tertahan.
Seolah-olah seperti ada yang berteriak, "Jangan!"
Padahal orang lain dengan mudahnya mengucapkan "C****E", "S**T", "F**K", "K***T", "*S*", atau berbagai "kebun binatang" lainnya.
Terus, aku harus gimana?
Aku udah ber-Istighfar...
Tapi rasanya Istighfar pun belum cukup untuk meredam emosiku.
Dan juga belum cukup untuk menutupi kesalahanku, bertaubat, bahkan untuk memaafkan diriku sendiri.
Rasanya aku kayak manusia nggak tau malu.
NGGAK TAU BERSYUKUR!
Tuhan,
Jangan sampai aku terjerat dalam lingkaran setan.
Aamiin...
Sunday, December 11, 2011
Kapan Belajarnya?
Nggak tau harus ngomong apa lagi.
Benar-benar SPEECHLESS.
Bawaannya capek melulu.
Kepala pusing. Berat.
Rasanya penuh dengan tekanan.
Kadang jadi nangis nggak jelas.
Nggak tau, nih, akhir-akhir ini labil dan bad mood-ku kambuh lagi.
RANDOMLESS. REBELICIOUS.
Aku cuma butuh motivasi.
Dan semangat penuh.
Yah... meskipun aku tau langkah yang kuambil ini penuh resiko...
Tapi kalau terus-menerus diingatkan tentang resiko dan konsekuensinya, kapan aku bisa maju?
Malah semakin tertekan dan negative thinking jadinya...
Aku cuma butuh support yang benar-benar bisa "membakar" tekad dan semangatku.
Ayo, Liaaa...
Kapan belajarnya?
Benar-benar SPEECHLESS.
Bawaannya capek melulu.
Kepala pusing. Berat.
Rasanya penuh dengan tekanan.
Kadang jadi nangis nggak jelas.
Nggak tau, nih, akhir-akhir ini labil dan bad mood-ku kambuh lagi.
RANDOMLESS. REBELICIOUS.
Aku cuma butuh motivasi.
Dan semangat penuh.
Yah... meskipun aku tau langkah yang kuambil ini penuh resiko...
Tapi kalau terus-menerus diingatkan tentang resiko dan konsekuensinya, kapan aku bisa maju?
Malah semakin tertekan dan negative thinking jadinya...
Aku cuma butuh support yang benar-benar bisa "membakar" tekad dan semangatku.
Ayo, Liaaa...
Kapan belajarnya?
Saturday, December 10, 2011
Come Back Post...!
おはようございます!
좋은 아침!
早上好!
Bonjour!
Good Morning!
Selamat Pagi!
Apa kabar? Lama tidak blogging, ya... finally, selesai juga nge-post tentang anak-anak X-7, it took really really really a long time to finish it. And guess what? Sekarang aku lagi sibuk dengan berbagai kegiatan yang terkadang bikin aku pengen teriak-teriak sendiri. Sekarang aja hidungku udah mulai bersin-bersin. Oh My God... jangan sakit, please~
Anyway, tahukah kalian ciri-ciri orang nekad?
Adalah orang yang tidak menyukai pelajaran Ekonomi.
Adalah orang yang sejak kelas X nilai mata pelajaran Ekonominya suka remidial atau terkadang nilainya pas-pasan, paling nggak lolos dengan nilai mepet-mepet KKM.
Adalah orang yang tidak mengerti bagaimana kurva ini bisa begini dan begitu.
Adalah orang yang menjawab bahwa dampak dari pemberian subsidi kepada produsen justru malah menaikkan harga.
Adalah orang yang kalau melihat Guru Ekonominya saja kedua alisnya sudah mengernyit ( mohon maaf, yah... ).
Adalah orang yang selalu menguap saat pelajaran Ekonomi dan setelah bel usai pelajaran berbunyi baru manyadari bahwa tak ada satupun materi Ekonomi yang menyangkut di kepalanya.
Adalah orang yang menangis dan nyaris stress sendiri menjelang tes Ekonomi.
... Dan adalah orang yang tahu persis bahwa dirinya benci Ekonomi justru malah ikut serta pembinaan Olimpiade Ekonomi.
Ya, itulah SAYA.
GILA!
Sampai sekarang aja terkadang aku masih nggak percaya kalau aku ikut pembinaan itu! Tau kenapa saya nekad mengikutinya?
1. Iseng
2. Pengen coba-coba
3. Tambah pengalaman
4. Tambah teman
5. Biar sibuk
Tapi, sebenarnya di atas itu semua, sih, aku cuma pengen membunuh rasa benciku terhadap Ekonomi... masalahnya, kalau aku terus-terusan membenci Ekonomi gimana aku bisa maju? Apalagi aku anak IPS.
Jalan satu-satunya yang terlintas di kepalaku, yaa... ikut pembinaan Olimpiade Ekonomi.
Mungkin orang gila aja kali, ya, yang nekad ambil jalan seperti ini, tapi... yaa... mohon maaf, itulah saya. Capek, sih, iya... bahkan selama classmeeting dan liburan ini kayak nggak berasa liburan, rasanya seperti sedang dikejar-kejar deadline. Yah, itulah resikonya...
Rasanya pengen banget tiduran, tapi begitu ingat kalau belum belajar, pas tidur jadi rada kepikiran.
Padahal pas awal-awal pembinaan aku udah merasa kesindir, soalnya dibilangin, "Olimpiade itu bukan ajang untuk coba-coba ataupun main-main. Harus serius. Yang mau mengundurkan diri dari sekarang, silakan... mumpung masih awal-awal."
JDEEERRR...!! Alamak. Kena banget. Tapi, aku memutuskan untuk nggak mundur. Alasannya? Gengsi. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, ya, alasan sebenarnya aku cuma masih penasaran kenapa aku belum mudeng-mudeng sama pelajaran yang satu itu.
Yah, ambil sisi positifnya aja... hitung-hitung review materi pelajaran kelas X, yang di mana pada saat semester II aku hanya lolos ulangan harian satu kali, sisanya remidial semua.
Stress? Jujur... iya juga, sih.
Tapi... nggak apa-apalah. Harus tetap semangat.
Ayo, kita semangat, Rias, Bita, dan Alma!
Bismillah...
좋은 아침!
早上好!
Bonjour!
Good Morning!
Selamat Pagi!
Apa kabar? Lama tidak blogging, ya... finally, selesai juga nge-post tentang anak-anak X-7, it took really really really a long time to finish it. And guess what? Sekarang aku lagi sibuk dengan berbagai kegiatan yang terkadang bikin aku pengen teriak-teriak sendiri. Sekarang aja hidungku udah mulai bersin-bersin. Oh My God... jangan sakit, please~
Anyway, tahukah kalian ciri-ciri orang nekad?
Adalah orang yang tidak menyukai pelajaran Ekonomi.
Adalah orang yang sejak kelas X nilai mata pelajaran Ekonominya suka remidial atau terkadang nilainya pas-pasan, paling nggak lolos dengan nilai mepet-mepet KKM.
Adalah orang yang tidak mengerti bagaimana kurva ini bisa begini dan begitu.
Adalah orang yang menjawab bahwa dampak dari pemberian subsidi kepada produsen justru malah menaikkan harga.
Adalah orang yang kalau melihat Guru Ekonominya saja kedua alisnya sudah mengernyit ( mohon maaf, yah... ).
Adalah orang yang selalu menguap saat pelajaran Ekonomi dan setelah bel usai pelajaran berbunyi baru manyadari bahwa tak ada satupun materi Ekonomi yang menyangkut di kepalanya.
Adalah orang yang menangis dan nyaris stress sendiri menjelang tes Ekonomi.
... Dan adalah orang yang tahu persis bahwa dirinya benci Ekonomi justru malah ikut serta pembinaan Olimpiade Ekonomi.
Ya, itulah SAYA.
GILA!
Sampai sekarang aja terkadang aku masih nggak percaya kalau aku ikut pembinaan itu! Tau kenapa saya nekad mengikutinya?
1. Iseng
2. Pengen coba-coba
3. Tambah pengalaman
4. Tambah teman
5. Biar sibuk
Tapi, sebenarnya di atas itu semua, sih, aku cuma pengen membunuh rasa benciku terhadap Ekonomi... masalahnya, kalau aku terus-terusan membenci Ekonomi gimana aku bisa maju? Apalagi aku anak IPS.
Jalan satu-satunya yang terlintas di kepalaku, yaa... ikut pembinaan Olimpiade Ekonomi.
Mungkin orang gila aja kali, ya, yang nekad ambil jalan seperti ini, tapi... yaa... mohon maaf, itulah saya. Capek, sih, iya... bahkan selama classmeeting dan liburan ini kayak nggak berasa liburan, rasanya seperti sedang dikejar-kejar deadline. Yah, itulah resikonya...
Rasanya pengen banget tiduran, tapi begitu ingat kalau belum belajar, pas tidur jadi rada kepikiran.
Padahal pas awal-awal pembinaan aku udah merasa kesindir, soalnya dibilangin, "Olimpiade itu bukan ajang untuk coba-coba ataupun main-main. Harus serius. Yang mau mengundurkan diri dari sekarang, silakan... mumpung masih awal-awal."
JDEEERRR...!! Alamak. Kena banget. Tapi, aku memutuskan untuk nggak mundur. Alasannya? Gengsi. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, ya, alasan sebenarnya aku cuma masih penasaran kenapa aku belum mudeng-mudeng sama pelajaran yang satu itu.
Yah, ambil sisi positifnya aja... hitung-hitung review materi pelajaran kelas X, yang di mana pada saat semester II aku hanya lolos ulangan harian satu kali, sisanya remidial semua.
Stress? Jujur... iya juga, sih.
Tapi... nggak apa-apalah. Harus tetap semangat.
Ayo, kita semangat, Rias, Bita, dan Alma!
Bismillah...
Thursday, July 7, 2011
Untuk X-7
Dear, X-7... :)
Terima kasih atas kenangan-kenangan terindah yang telah kalian berikan selama ini. Suka dan duka telah kita lalui bersama. Dimulai dari dimarahi guru, bolak-balik remidial, dukung perlombaan di classmeeting mati-matian, GKS heboh-hebohan, dll... too bad that I couldn't spend my holiday with you, Guys... I wanna see "keraweh" too, a little bit curious about it.
Berikut pesan-pesan untuk kalian dan hal-hal yang sangat membekas tentang kalian dalam hati dan pikiranku :
1. AMEP
Mendapat julukan "Bokong", entah darimana asal mulanya. Paling kasihan waktu dia main futsal, soalnya pendukungnya pada menyemangatinya dengan kata "bokong". Suaranya sangat bass, mengejutkan ketika pertama kali aku tahu bahwa dia masuk kategori tenor dalam ekstrakulikuler Paduan Suara, tapi kalau nyanyi suaranya tetap enak didengar. Nggak bisa ngomong "R", maka dari itu kata-kata "ngawuL" sempat menjadi "trending topic" di kelas karena dirinya. Ada yang bilang kalau dia suka nonton bokepan, entah benar tidaknya tapi yang jelas dia pernah dikejar-kejar bencong di dekat Rajawali karena motoran sambil SMS-an ( apes banget, sih, nasibmu...), hahaha... kalau ada kegiatan apa pun, sebelum kumpul disempatkan main futsal dulu. Di kelas hobinya HP-an ( entah SMS siapa, pacarnya kali, ya... ), kalau nggak ngobrol sama teman, dan karena kebiasaan "curhat"-nya inilah aku menganggap dia cowok paling ceriwis yang pernah kukenal. Sangat bangga dengan nilai-nilai Ekonomi-nya. Klop sama Tomi, dan suatu saat nanti aku berharap mereka berdua bisa "memimpin" SmanSa. Pencalonan ketua dan wakil ketua OSIS, mungkin? :)
2. Yoga
Julukannya "Mbah Kakung" karena rambutnya sudah beruban. Sempat kaget juga karena ternyata adiknya adalah mantan teman SD-ku. Setiap kali teman-teman selalu membahas soal "tragedi payung", rasanya geli dan selalu ingin tertawa, hahaha... saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah satu payung dengan Yoga. Kalian mau pada satu payung sama Yoga apa? Wkwkwk... anaknya pendiam dan hobinya tidur di kelas. Setiap kali ada acara kumpul-kumpul, pasti dia selalu datang dengan mata yang lebam ( entah habis ngeronda atau habis ditonjokin preman kampung ) dan selalu datang dengan sepedanya, kalau nggak jalan kaki. Dan entah kenapa dia selau sial. Ada aja kejadian aneh yang menimpanya. Jatuh dari sepedalah, duduk di kursi yang jebol lah, dll... hahaha... sabar, ya, Yog! Aja turu neng kelas maning, mengko konangan karo Bu Atun maning, wkwkwk... :D
3. Yayas
Pertama kali bertemu dia, rasanya gemas ingin mencubit pipinya. Jidatnya lebar, tawanya lucu, kulitnya putih seperti "Snow White and the Seven Dwarfsss... sss..." *lirik Teacher In*, kukunya mungil-mungil, dan matanya "hilang" kalau lagi ketawa atau senyum. Anaknya mungil, gampang menangis, dan imut-imut. Hobinya nunggu jemputan di rumahku sambil curhat plus Twitter-an atau SMS-an sama Teguh. Kalau debat sama Rias dan Rias yang menang, pasti dia nyengir + ketawa sambil menjulurkan lidah, "Weee~" dan sumpah pas lagi kayak gini ( sekali lagi ) aku gemas pengen cubit pipinya, kayak anak kecil banget! Sayangnya tiap aku mau cubit pipinya, jariku selalu mau digigit. Kalau udah dekat sama Rias, pasti dikasih "panggilan kesayangan", kayak "Liem", "Auliem", "Miruk", "Cumi", "Mesum", dll... paling lemah sama cowok cakep ( coba aja kasih liat fotonya Kim Bum, Yoon Shi-Yoon, Mario Maurer, pasti jerit-jerit setengah mati saking nge-fans-nya ). Kalau lagi ngantuk, wajahnya mirip kucing. Anaknya perhatian dan baik ( terlalu baik, malah... ). Dia juga maniak biru dan phobia ular, dan kuharap Rias cepat sembuh dari phobia-nya. Aamiin...!! :)
4. Tegar
Di balik perawakannya yang tegap dan terlihat tegas, ternyata dia anak yang kocak juga. Hobinya nyanyi, suaranya juga bagus. Banyak yang bilang dia mirip Sammy ( mantan ) Kerispatih, bahkan banyak juga yang sering menyinggung tentang giginya. Paling asyik liat dia jadi pemimpin upacara, alis matanya bisa menukik saking seriusnya kayak lagi ngerjain soal-soal Kimia tingkat dewa. Anaknya baik, supel, ramah, dan hangat. Setahuku, dia anak yang bertanggung jawab, terutama kalau ada tugas kelompok. Pernah suatu ketika dia bela-belain datang ke rumah buat ngerjain tugas kelompok padahal waktu itu lagi hujan dan dia lagi kurang enak badan. Alhasil, besoknya di sekolah badannya panas. Hahaha... maafkan kami, Gar...^^;
5. Auli Sensei
Aulia Nurul Izzati namanya. Tapi biasanya dia selalu menandai buku-bukunya dengan ( entah tanda tangan atau paraf ) "Auly". Bahasa Inggrisnya jago, dan aku sangat berterima kasih atas bantuannya selama ini. Biasa dipanggil "Botak" atau "Lampu Taman", karena kepalanya bundar dan kata Gembong nggak ada tumpunya ( tumpu apanya, Mbong? ). Bandel, saking kecanduannya sama kopi dan soda. K-Pop Lovers dan aku biasanya juga update info K-Pop lewat cerita-ceritanya, hahaha... bisa menulis Hangul, dan ( sekali lagi ) aku sangat berterima kasih atas ajarannya. Punya sudut pandang yang berbeda, maka dari itu kupanggil "Sensei". Anak ini selalu bikin gemas karena susah ditebak. Kadang pendiam, kadang ceriwis, kadang depresi, kadang hiperaktif, kadang suka senyum-senyum sendiri. Ekspresi wajahnya macam-macam, bahkan pernah menampilkan wajah dan aura keibuan, lho! Uuu... eomma~ wkwkwk... anaknya sangat dewasa, simple, tapi mood-nya suka naik-turun. Suka tiba-tiba bilang "maaf, ya..." tanpa alasan yang jelas. Kadang ceplas-ceplosnya seringkali mengocok perut. Warna kesukaannya merah dan hitam. Paling gawat kalau keisengan dan ke-"kurang kerjaan"-nya kambuh, soalnya apapun bisa disulap sama dia menjadi "wah". Butuh contoh? Liat aja layar HP-nya, pernah diwarnai pakai kuteks bening, terus dikerok lagi. Kalau nge-reblog pintar, bagus-bagus ( dan biasanya saya jadi "penguntit"-nya yang suka ikut-ikutan reblog, wkwkwk~ ). Mukanya bisa berubah drastis kalau sudah menyangkut tentang kakaknya dan kamarnya. Padahal aku sendiri juga hampir sama joroknya dengan kakaknya, wkwkwk... sabar, ya, Sensei! :D
6. Bagus
Pertama kali aku melihat dia waktu menginjakkan kaki di kelas X-7, aku sempat mengira dia "satu rumpun" sama aku, Papua. Kulitnya kecoklatan seperti terbakar matahari, bulu matanya lentik, dan rambutnya keriting kemerahan. Tapi setelah liat dia bolak-balik berdebat tentang Salem dan Jawa ( padahal Salem di Jawa juga, kan, yah? ) sama Dilla waktu awal-awal semester I, aku baru tahu kalau dia "made in Banyumas", hohoho~ anak PA ( Pecinta Alam ) sejati, sukanya ngomong sana-sini. Kalau ngomong ngalor ngidul, entah ngobrolin apa, tapi biasanya ujung-ujungnya bercerita tentang kehidupannya selama menjadi anak kos. Kalau sedang bertamu, hobi banget "mengosongkan" isi toples tuan rumah, alasannya dompet lagi seret. "Maklum, anak kos," begitu katanya. Dia juga sukanya ngotak-ngatik barang di rumah orang alias nggak bisa diam. Tangannya "gatal" kali, ya, sampai segitu "nggratil"-nya? Ada Caladine, nih, Gus... mau? :D
7. Bayu
Panggilannya sangat menggoda ( dan saat memanggilnya harus menggunakan nada tertentu, yaitu jurus panggilan ala Emon di "Catatan Si Boy" ) : "MAS BAAAYY~". Wakakakkk... tak banyak yang ku ketahui tentang dirinya, cuma kalau lagi ketawa Mas Bay kelihatan lucu. Pernah ada yang bilang waktu itu ada yang nggak sengaja dengar Mas Bay lagi menyemangati dirinya sendiri... nggak tau lagi ada masalah apa, tapi tetap semangat, ya, Mas Bay! ^^
8. Dilla
Dilla Alfinda Risdiana atau biasa disingkat "DAR". Panggilan beken lainnya adalah "Salem". Dan yang lebih bekennya lagi : "TETANGGA FAVORIT". Hahaha... dia memang tetanggaku, nge-kost di rumahnya Mbak Mar. Anak yang tekun, ambisius, keras kepala, sedikit egois, pantang manyerah, dan pintar. Tapi, kadang sifat polosnya suka keluar. Suka bolak-balik ke rumahku untuk numpang nge-net sama minta ajarin Bahasa Inggris. Hobinya bercerita tentang keluarganya, masa kecilnya, dan segala hal yang berbau tentang Salem, tanah air tercintanya. Buku dan belajar adalah salah satu bagian dari hidupnya yang sangat dipegang teguh olehnya. Kadang kalau diajak ngomong nggak nyambung, tapi sekalinya udah nyambung sifat kocaknya dia bisa keluar. Anaknya energik dan tahan banting. Hahaha... sukses selalu di kelas IPA-nya, ya, Dil! :)
9. Mbaja
Nama aslinya "Dwi Listiana", tapi entah kenapa bisa dipanggil "Mbaja" itu saya juga nggak tau asal mulanya. Katanya punya kembaran, namanya "Dwi Listiono". Anaknya ceria, semangat, kreatif + inovatif, dan sedikit kecowok-cowokan, tapi kadang suka bengong kalau lagi diajak cerita atau ditanya sesuatu. Ujung-ujungnya dia nanya, "Hah? Apa? Maaf, tadi aku lagi mikir," wkwkwk... dia juga mirip aktris Hillary Swank. Fashionable adalah salah satu ciri khasnya yang sangat membekas dalam ingatanku. Terkadang aku suka diam-diam memperhatikan pakaian yang selalu dipakai Mbaja, pulangnya kuingat-ingat ulang terus kucoba otak-atik desainnya. Terima kasih, Mbaja, kau adalah inspirasiku~ (^^)d
10. Farah
"Nenek" panggilannya, entah apa sebabnya. Padahal dia mungil dan imut-imut begini, kok, bisa dipanggil "Nenek", ya? Farah juga anak yang susah ditebak, bikin gemas, dan kalau dengar tawanya rasanya jadi ingin ikut tertawa juga. Menurut pandanganku, Farah anak yang "talk less do more". Tak banyak omong tapi sebenarnya selalu perhatian dan setia kawan. Tapi kalau udah cerita, yang mendengar rasanya bisa betah mendengarkan dia berjam-jam bercerita. Kalau sedang bersama Farah, rasanya seperti punya adik perempuan, uuh... gemas~ dia juga anak yang simple dan sedikit keibuan. Nge-fans sama "Percy Jackson" dan sebangsanya. Dia suka sekali pisang dan monyet. Kalau udah nyeplos, yang mendengar bisa ikut terkikik-kikik. Pernah suatu waktu Gembong menyebutnya "anak kecil" dan Farah membalas, "Kamu besar tapi berhati kecil, sementara aku kecil tapi, kan, berhati besar!" wakakakakk... sukses selalu untukmu, Far! :D
11. Icha
Namanya agak susah. Awalnya kukira "Farissa Nadhila Azzahra", ternyata "Farisa Nadhilah Azzahra". Anak yang manis, lucu, dan tak terduga. Tindakannya kadang spontan dan mengundang tawa. Butuh contoh? Tiba-tiba waktu lagi jam pelajarannya Pak Parno dia matiin lampu sambil cengar-cengir, "Hayyuuhh...!!" mwahahaha~ asyik banget, nih, anak. Kadang suka protes atau menggerutu sendiri kalau teman sebangkunya, Hasnah, lagi kambuh suara "ultrasonik"-nya. Hubungannya dengan Feisal selalu bikin iri. Uuu~ Ichaaa... iri, deehh... wkwkwk :D
12. Gembong
Julukannya banyak. Ada "Gendut", "Beruang", "Kulkas Empat Pintu", "Paus" ( eh, "Paus" apa "Anak Paus", ya? Lupa! ), "Cetacea sp", dll... sering sekali disinggung soal ukuran badannya dan lehernya, tapi dia tetap ceria. Hobinya ikut les sana-sini dan juga ajak teman sana-sini untuk gabung les bareng sama dia. Bagai pinang dibelah dua sama bapaknya. Kadang kalau ngomong atau nge-tweet suka ceplas-ceplos, sembrono, nggak karuan, bahkan sebagian nggak sopan ( apalagi kalau udah menyangkut orang tua ). Mbong, lain kali mulutnya sedikit di-"rem", ya... tapi di balik kata-kata sarunya, ( menurut pandanganku ) dia kadang suka sedih atau kesal sendiri nggak tahu kenapa, bahkan kadang kalau lagi diterpa masalah pun dia selalu berusaha untuk tersenyum dan tertawa di depan teman-temannya. Kata Hasbi, dia adalah "GEMBONG ( GErMo BencONG )". Asyik dijadikan teman curhat karena merupakan pendengar yang baik, tapi kalau kita lagi sial, dia bisa lupa terus nyeplos, deh, itu isi curhatannya kita. Tawanya keras, sekeras injakan telapak kakinya ( kakiku pernah nggak sengaja diinjak sama Gembong, rasanya... MANTAP. ) dan dia selalu berusaha menyenangkan hati teman-temannya. Anaknya cepat akrab dengan siapa pun dan selalu berusaha menyemangati temannya walau sebenarnya dia sendiri sedang membutuhkan motivasi. Perhatian dan selalu berusaha untuk tetap optimis. Pelupa tapi sosoknya sendiri susah dilupakan dari benak kita semua. Gembong, always keep spirit! (^o^)
13. Gottfried
Pertama kali dengar namanya kukira dia blasteran, ternyata cuma namanya yang diambil dari Bahasa Jerman dan dia "made in Indonesia" asli, not Germany. Anaknya mungil, pendiam, dan kutu buku tulen. Kebetulan mbahnya itu temannya mbahku jadi aku tahu kalau hobi membacanya itu menurun dari kakeknya. Jarang sekali rasanya aku lihat dia tertawa atau bicara. Yang aku tahu cuma dia pernah mendapat nilai sempurna alias 100 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pas UN SMP. Yang paling membekas dalam ingatanku adalah waktu dia lagi serius-seriusnya baca buku TIK sendirian pas jam istirahat. Kalau kerja kelompok sama Gottfried dan dia dimintai pendapat, jawabannya hanya satu kata : "TERSERAH". Tapi sekalinya dia ngeluarin ide atau berpendapat, idenya itu sangat berguna untuk kelompok kerjanya. Hal lain yang membekas dalam ingatanku tentang dia adalah waktu dia tertawa lebar untuk pertama kalinya di hadapan mukaku. Waktu itu dia lagi masangin hasduknya Gembong yang seukuran anak SD, tiba-tiba dia ketawa sambil bilang, "Mbong, udah... aku nggak sanggup masang, geli aku," wkwkwk... njane kalau kamu ketawa manis, lho, Fried. Banyak-banyaklah tertawa, tertawa itu sehat! :D
14. Hai
Nama lainnya "Haid", dan saya tahu ini asal-muasalnya kenapa, hahaha... pertama kali aku lihat dia rasanya kayak lagi liat Obama. Tinggi, tegap, bermata tajam, bahkan kadang rasanya kayak lagi liat Tokyo Tower. Kakinya panjang kayak aktor Moon Joo-Won. Punggungnya lebar kayak layar tancap ( dan katanya dia lagi rajin renang. Bayangin aja seandainya nanti punggungnya makin lebar karena renang, udah segede Stadion Gelora Bung Karno, dah, itu punggung... ). Matanya tajam kayak kakakku, tapi bedanya mata kakakku nggak sesipit dia. Kalau lagi ketawa suaranya khas, dan matanya "hilang" kayak Rias. Njane mukanya manis kalau lagi ketawa, tapi kalau "Gaya Tukul"-nya kambuh, jelek dan seramnya minta ampun. Sukanya melotot nggak jelas, kelilipan apa, Dar? Wkwkwk... hampir setipe sama Gembong, kadang nyeplosnya kurang ajar. Direm, woy, rem! Suka kesal nggak jelas, tapi kalau kesalnya mulai hilang perlahan-lahan, rupanya jadi kayak anak kecil. Menurutku dia orangnya lucu, kadang suka joged-joged sendiri. Kadang perhatian sama hal-hal kecil, menolong tanpa diminta. Lemah dalam mata pelajaran olahraga. Nggak jelas, juga susah ditebak. Aneh dan kadang nggak tahu malu, tapi selalu punya keyakinan bahwa di mana ada kemauan, di situ ada jalan, dan Tuhan akan selalu bersama umatnya yang mau berusaha. Cita-citanya jadi dokter. Hobinya nyanyi, suaranya bagus. Ada kemungkinan dia akan jadi penyanyi dangdut "Haidar Irama"? Kita lihat saja nanti. Wkwkwk~ sukses selalu, Dar! :D
15. Hasbi
Panggilannya "Hasbi*ch" ( ini Gembong yang bikin, lho... ), Si Anak Genius. Nggak pernah jelas apa yang ada dalam pikiran dan benaknya, saking susahnya buat ditebak. Talk less do more juga. Selalu berbicara dalam Bahasa Jawa. Sering disinggung mengenai suaranya yang seperti Gita Gutawa. Kalau udah kesal, apapun bisa ditendangnya. Suka sekali futsal. Pernah ditabrak "Gentong", terus bangkit lagi. Dengar-dengar katanya pernah menghapus papan tulis pakai penghapus melalui jidatnya. Nggak bisa diam, termasuk yang nggratil juga, sih... kalau nggak salah anaknya juga taat beribadah. Paling lucu kalau tangannya mulai "hidup" alias "nggratil"-nya kambuh, benda apapun itu, bakal dimainin. Dan dia selalu bikin iriii... uuuaaarrgghh~ Hasbiii... berikan kepintaran IPS-mu padakuuu...!!! ^^;
16. Hasnah
Suaranya menggelegar, sangar, dan bikin gempar kayak preman pasar. Cocok, deh, jadi giat. Buat yang lagi dekat-dekat Hasnah, hati-hati, deh, karena kita nggak tau kapan dia bakal "jerit-jerit". Sukanya tiba-tiba SMS minta tolong ini-itu. Anaknya membingungkan. Nggak tau apa maunya. Tapi, kalau "stress"-nya kambuh, kocak banget, deh, ini anak, sumpah. Panggilannya "Dolmen" ( lagi-lagi Gembong yang bikin. Perasaan dulu dia dipanggil "Kjokken Modinger", deh... iya, bukan? ). Kalau udah menyangkut hal-hal tentang R**A, ehm~ tau, ah, nggak mau menjelaskan lebih lanjut, wkwkwk... :D
17. Bella
Nama lengkapnya panjang banget, "Isabella Aprillia Jujun Utomo". Dengar-dengar "Jujun" itu nama pemberian omnya, "Utomo" nama marga bapaknya, terus kalau di FB ada tambahan "Rintjap", marga ibunya. Cantik, putih, tinggi, suaranya bagus. Struktur wajahnya tegas, suaranya juga lantang. Hobinya bolak-balik ngecat rambut. HP-nya banyak ( bagi satu, dong, Bel... wkwkwk :D ). Sayang dan akrab banget sama bapaknya. Bapaknya perhatian banget, sosok beliau sering kulihat di sekolah sedang menunggu Isabella. Termasuk anak yang cepat tangkap, terbukti dengan absennya dia dari latihan nari yang nggak ketulungan, tapi begitu mendekati hari H dia bisa menguasai tariannya dengan cepat. Semangat selalu untukmu, Nak! Salam Paskibra! (^^)d
18. Kevin
Ini, nih, "Si Muka Mesum". Mukanya nelangsa banget. Kalau ngomong juga lirih banget. Sebenarnya termasuk anak yang cerdas, cuma sayang... malesnya nggak ketulungan. Motornya gede banget, bikin bergidik ngeliatnya. Anak yang tanpa sadar tingkahnya selalu mengundang tawa. Dengerin aja dia ngomong sepatah-dua patah kata, pasti semuanya langsung ketawa, dan biasanya pada komentar tentang mukanya. Nggak tau mau deskripsiin apa lagi tentang ini anak. Bingung. Sumpah. Nggak jelas, sih, wkwkwk... peace, Kevin! (^^;)v
19. Mega
Ini dia... JREEENG! Mee... gaaa...!! Hahaha... mukanya asyik, walaupun kalau pertama kali baru kenal dia pasti dikira orang sinis, padahal dia asyik banget diajak bercanda, lho~ sering memerankan tokoh antagonis. Anaknya juga ceria dan tegas. Pokoknya asyik, deh, kalau udah ketawa-ketiwi sama dia soalnya peran "antagonis"-nya bisa keluar, wkwkwk... sukses terus, ya, Mega~ tak doain jadi artis, mau? ^^
20. Morla
Morla namanya. "Chubby Galz" julukannya ( emang anaknya tembem banget, sih, hehehe )... saking tembemnya itu pipi sampai hampir tiap kali aku ketemu dia pengen kucubit nggak peduli sampai tulang pipinya patah. Anaknya lucu, nggak banyak omong, tapi prestasinya selalu tok ceeerrr... mantap! Kalau ketawa matanya hilang kayak Rias dan mukanya sampai memerah kayak tomat rebus. Terus kalau lagi cemberut atau banyak pikiran biasanya kedua ujung bibirnya melengkung ke bawah kayak buah pisang sambil menggerutu sendiri yang entah apa. Pokoknya kalau suasananya lagi nggak mendukung, Morla lebih banyak diam ( tapi emang dasarnya udah pendiam, ya... ) dan biarpun begitu, dia tetap ramah, kok. Baik, lagi! Morlaaa... aaaaaa~ imuuutt~ :3
21. Bela
Pertama kali aku ketemu Nabila waktu SMP, di WC pula... waktu itu aku lagi nunggu giliran cuci tangan tepat di belakangnya dia, dan Nabila sendiri lagi asyik ngobrol sama Cita. Sambil perhatiin Nabila aku gumun sendiri, "Ini anak, kok, tinggi amat, ya..." terus ternyata pas kelas X, tepatnya di X-7, kita sekelas. Dia keliatan tambah tinggi dan tambah anggun kayak Miss Universe. Di antara kedua matanya ada bagian yang sedikit menghitam, itu bekas kacamatanya warnanya udah mulai memudar. Karena nggak akrab sejak SMP, aku cuma bisa perhatiin dia pas awal-awal kelas X. Aku suka matanya yang jernih. Terus aku juga suka bulu matanya. Lentik. Biasanya dia dipanggil "Bela", tapi nggak tau kenapa aku lebih suka panggil dia "Nabila". Setelah mulai kenal dia, lama-lama aku tahu kalau suaranya kayak sound system yang suka ada di acara hajatan. Kalau manggil orang suaranya kenceng banget. Belum lagi kalau koar-koarnya berkolaborasi sama Gembong dan Yola... wah... udah, deh... kelas jadi kayak acara jerit malam. Tapi aku suka semangatnya dia waktu lari tiap latihan MP ( Merpati Putih ). Keren! Semangat terus, ya, Bela! ^^
22. Nael
Ini, nih, anak yang suka bikin masalah.... dulu sempat satu kelompok pas latihan nari dan selama latihan nari itu pula dia hobi banget bikin aku bolak-balik tutup mata kalau lagi di belakangnya dia. Masalahnya dia selalu pakai kaos ( yang katanya kaosnya adiknya ) yang kekecilan, jadi... maaf, terkadang celananya terlihat. Terus pas lagi meng-explore gerakan untuk yang cowok, aku sama teman-teman satu kelompok tari lainnya minta yang cowok juga ikut mikirin gerakannya biar nggak semua gerakannya nggak dipikir yang cewek, jadi bisa sedikit membantu. Nael selalu bilang, "Gampang lah... nanti tak bantu cariin gerakannya." tapi ujung-ujungnya tiap pertemuan dia nggak pernah lapor hasil explore grakannya. Katanya, sih, lupa... kalau nggak, alasannya sibuk. Sejak kelas X dia dipanggil "Nael", padahal seingatku pas zaman SMP dia dipanggil "Graha", lho... keren amat bisa berubah jadi "Nael". Kucingku paling takut sama Nael, mungkin karena perawakannya yang seram kali, ya... motornya gede banget, lho~ warna merah pula. Meskipun kadang nyusahin, tapi dia baik. Tipe yang setia dan siap membantu di saat yang membutuhkan. Dia juga lucu dan kadang nggak tau malu. "Isih awan Nael peteng pisaaannn~" *ups* (^^;)v
23. Peni
Namanya suka jadi bahan ejekan, terutama sama Gembong. Masa' namanya diganti jadi "P***S"?? Gembong, Gembong... o ya, Peni ini termasuk tipe yang perfeksionis kalau udah menyangkut urusan wajah. Wajahnya kayaknya selalu dirawat, kadang suka bolak-balik bedakan sama sisiran di kelas. Hobinya narsis di HP, jadi nggak heran kalau lagi buka-buka HP-nya ada fotonya dia sampai ribuan jumlahnya. Anaknya PD alias percaya diri, hobi banget nyanyi seriosa. Lagu apa aja dijabanin buat dibikin versi seriosa-nya. Kalau udah lagi banyak masalah, tingkahnya suka nggak jelas. Ya ngomong sendirilah, nyanyi-nyanyilah, apalah... ujung-ujungnya curhat nggak jelas karena curhatnya nggak sistematis, jadi yang dengerin kadang juga ikut bingung, "Ini anak sebenarnya lagi curhat tentang apa, ya?..." tapi anaknya pintar nari, lho! Aku paling suka liat Peni lagi berlenggak-lenggok sambil senyum terus arah matanya yang kesana kemari. Kesannya luwes, cantik, dan anggun kayak burung merak! Sukses terus, ya, Pen! ;)
24. Putri
Nah, ini dia... julukannya "Miss Call" karena hobinya telepon pacarnya anywhere, any time, any place ( bukan berarti "panggilan tak terjawab", lho, ya~ ). Anaknya nggak jelas, kadang bisa lemooot... banget, tapi kadang juga bisa ngasih ide cemerlang buat teman-temannya. Butuh contoh? Kalau lagi lemot, biasanya kalau ada teman yang lagi nge-joke, dia nggak ngerti dan bakal bingung sendiri kenapa teman-teman yang lain pada ketawa. Setelah beberapa saat, barulah dia ketawa karena udah ngerti maksud joke-nya ( dan ketawanya itu telat banget ). Tapi, kalau lagi "cring!", idenya banyak banget yang keluar. Waktu itu pernah kelompoknya Putri lagi numpang latihan nari di rumahku dan mereka lagi mati gaya. Di saat seperti itu, tiba-tiba Putri ngasih ide gerakan banyak banget, sampai-sampai Umar ( kalau nggak salah ) bilang, "Ini anak sebenarnya cerdas, lho...!" tuh, kan, Put... makanya jangan kebanyakan telepon biar nggak terlalu lemot, hehehe... sukses selalu, Put! :D
25. Roma
Dari dulu sampai sekarang, hanya dia satu-satunya teman sekelasku di X-7 yang aku nggak pernah ingat nama lengkapnya. Yang kutahu cuma "Roma Satria", udah itu aja. Dan dari dulu dia nggak pernah berubah, sanyumnya itu, lho~ wew. Anak ini kembar, kembarannya kalau nggak salah namanya Randy. Jujur, yah, ( jangan marah, lho, Rom... ) wajahnya Randy lebih dewasa daripada Roma. Tapi tetap aja nggak ada yang bisa menyaingi smile power-nya Roma, bahkan saudara kembarnya sekalipun, wkwkwk... hobinya pakai gelang warna hijau, dia juga maniak banget basket. Semoga nantinya dia bisa menjadi pebasket terkenal dan mengharumkan nama Indonesia. Aamiin...!! :)
26. Rizka
Kalau ingat awal-awal Rizka masuk kelas X-7, rasanya kasihan banget karena nggak banyak yang kenal dia... soalnya selama kurang-lebih dua minggu dia dirawat di rumah sakit karena demam berdarah ( malah ada yang bilang kena liver juga ), jadi nggak banyak anak-anak sekelas yang hapal wajahnya dia. Begitu dia masuk, aku kenalan dan liat reaksi dia cukup kaget karena sekelas sama anak kayak Gembong. Mungkin karena belum pernah liat anak sekocak dan sekonyol Gembong kali, ya... terus habis itu dia nunjukkin pergelangan tangannya yang membiru karena pembuluh darahnya yang sempat pecah selama dia sakit. Dan ternyata dia nggak kena liver, cuma demam berdarah! Apa banget ini coba beritanya... tapi syukurlah dia tetap ceria dan semangat walau masih sempat bolak-balik nggak masuk sekolah karena sakit, padahal udah sembuh dari demam berdarah. Dan semakin lama aku semakin tau kalau ternyata ini anak kocak juga, nggak selebihnya pendiam, sampai-sampai dia dijuluki "Santri Edan". Setiap kali dia dengan lagu "Muhammad-ku, Muhammad-ku... aku rindu, aku rindu..." dia selalu joged-joged. Seerrr~ :D
27. Rukmi
Aku baru benar-benar mengerti dan melihat Rukmi waktu kelas X. Dan aku nggak pernah sadar atau bahkan tau kalau ternyata dia satu SMP sama aku ( duh, cupu sekali saya ini... ). Kesan pertama yang aku rasakan waktu pertama kali ketemu dia itu lebih banyak diam alias suramnya. Rambutnya keriting dan bentuk wajahnya kotak, persis seperti ibunya. Gampang dikenal gara-gara tas merahnya. Kadang suka ketawa-ketawa dan senewen alias ribut sendiri. Kalau udah ngambek, wuih... yang lain ikut kelimpungan, soalnya ngambeknya nggak ketulungan. Dia jago gambar, lho! Dari dulu pengen banget diajarin gambar tempat sampah beserta isinya sama Rukmi tapi belum sempat juga... kalau ku perhatikan, tipe gambarnya dia bukan Jepang tapi lebih ke yang Amerika. Gambar-gambarnya keren! Dia juga suka kucing, Kim Tak-Goo, dan Goo Ma-Jun, sampai-sampai rela bolos Pramuka bareng aku dan Rias demi nonton episode terakhir "Bread, Love, and Dream", hahaha~ Rukmi, kapan kita makan yoghurt bareng lagi? :)
28. Siswi
Namanya unik, "Siswi Indah Mulyani". Tapi, sayangnya para guru paling sering salah kalau manggil dia. Panggilan yang seharusnya "Siswi" malah jadi "Siwi". Tapi, kalau nggak salah panggilan sehari-harinya "Indah", lho.. cuma saya lebih suka manggil "Siswi", hehehe... nggak banyak yang bisa ku deskripisikan tentang dia, yang jelas Pak Parno paling hapal sama Siswi. Kadang suka bolak-balik ditunjuk buat maju ke depan ngerjain soal-soal. Dulu rambutnya bergelombang, sekarang di-rebonding jadinya lurus banget. Aku suka banget liat kartu pelajarnya, fotonya manis kayak model, hehehe... tapi Siswi lebih cantik sekarang, karena pakai kerudung. Siwi Siwi Siwi... cantiiik~ ^^
29. Tomi
Ini, nih... bocah cilik kelahiran 1996 yang paling aktif. Kayaknya kegiatan sosial dan organisasi apapun dijabanin juga. Sibuk dan berdedikasi tinggi, selalu berusaha supaya nggak pernah ketinggalan. Dan dedikasi serta bagaimana cara dia meraih mimpinya itu yang terkadang membuatku kagum. Pintar ngomong, bisa jadi PR ( Public Relation ), nih... hahaha... pernah suatu ketika waktu satu kelompok pas partai politik, dia pinjam celana biru kembang-kembang alias celana pantaiku buat shooting parpol, dan... wah... dia ganti celana itu bukan dalam kamar, tapi di ruang keluargaku yang di bagian dekat komputer. Untung ada sekat pemisah antara yang di dekat komputer sama yang di ruang TV, jadi kita semua kumpul di ruang TV. Dan untungnya lagi, usilnya Bagus nggak kambuh. Coba kalau kambuh, udah difoto, deh, itu posenya Tomi yang lagi ganti celana, hahaha... :D
30. Umar
Pertama kali aku kenal dia pas les LIA, karena kebetulan kita sempat satu kelas di LIA. Dan begitu tau dia sekelas sama aku pas kelas X, aku sebel banget sama dia! Aku sebel soalnya waktu aku jawab pertanyaan Guru Bahasa Indoensia-ku tentang cara mengeja "menggambar", aku dianggap salah sedangkan jawabannya Umar benar, padahal jawaban kita sama-sama "MENG-GAM-BAR", bukan "ME-NGGAM-BAR"! Grr~ malu banget sumpah aku waktu itu. Eh, tapi harusnya aku sebalnya bukan ke Umar, ya? Salah sasaran, nih, hahaha... dasar AKBAR, wkwkwk... tapi Umar anaknya asyik, kok, seasyik kebab di "Basso Cafe"-nya. Kebabnya enak, lho! Renyah dan gurih. Uh... *lapar*. Nge-fans banget sama Avenged Sevenfold. Paling suka dengar dia ngomong "aseekk~" kayaknya enak dan santai aja gitu didengarnya, wkwkwk~ :D
31. Woro
Anaknya tinggi. Postur tubuhnya bagus. Manis. Dan sepertinya darah kejawennya mengalir kental dalam tubuhnya. Nggak banyak yang bisa ku deskripsikan tentang Woro, yang jelas dia anak yang cerdas dan berkemauan tinggi. Wajahnya benar-benar manis, tapi kalau jadi giat kayaknya seram kali, ya... paling suka liat dia kalau lagi Paskib, berasa lagi di lingkungan Istana Negara, hahaha... :D
32. Yola
Ini dia... jreng jreng jreng! Yola Maulin Peryogawati! Waktu pertama kali tau namanya, nama belakangnya susah banget buat dihapalin. Suaranya juga nggak kalah "sound system"-nya sama Nabila. Matanya hitam seperti mata panda, tapi manis. Ramah pula! Aku paling suka liat hidung dan dagunya. Suaranya khas. Sering dibilang pendek sama Gembong dkk, katanya tingginya sepohon cabai. Ditambah lagi dengan adanya Rumah Makan "Yola Si Mungil" di depan GOR, wah.. udah, deh, makin menjadi-jadi aja itu si Gembong. Yola itu kalau lagi banyak masalah lebih sering diam dan moody. Tapi kalau udah lagi senang, ya, girangnya luar biasa... lucu banget kayak anak kecil! Aku mau punya adik kayak dia! :3
33. Yulita
The last one, please welcome... Princess Yulita! Hahaha... ini anak nggak tau kenapa kalau ku perhatiin sejak SMP kesannya "princess" banget. Perfeksionis dan rajin ( kerajinan, malah... ). Cerewet banget kalau udah lagi cerita ini-itu. Kalau udah cerita, nanti ujung-ujungnya dia tanya dengan muka memelas, "Aah... pada kenapa, sih? Marah, ya? Aku cerewet, ya? Ceritaku nggak menarik, ya? Maaf, ya..." hahaha... ini akan satu emang hobi banget bolak-balik minta maaf. Sukanya ngeledekin orang tapi giliran diledekin malah nggak mau, mukanya langsung memerah semerah-merahnya. Kalau nggak salah, dia nggak suka pedas karena bisa bikin hidungnya tambah merah. Paling perhatian sama penampilannya dan kalau berfoto dia selalu punya gaya yang khas, wkwkwk... sukses selalu, Yul! :D
SEPIT MASAL, I LOVE YOU! :)
Terima kasih atas kenangan-kenangan terindah yang telah kalian berikan selama ini. Suka dan duka telah kita lalui bersama. Dimulai dari dimarahi guru, bolak-balik remidial, dukung perlombaan di classmeeting mati-matian, GKS heboh-hebohan, dll... too bad that I couldn't spend my holiday with you, Guys... I wanna see "keraweh" too, a little bit curious about it.
Berikut pesan-pesan untuk kalian dan hal-hal yang sangat membekas tentang kalian dalam hati dan pikiranku :
1. AMEP
Mendapat julukan "Bokong", entah darimana asal mulanya. Paling kasihan waktu dia main futsal, soalnya pendukungnya pada menyemangatinya dengan kata "bokong". Suaranya sangat bass, mengejutkan ketika pertama kali aku tahu bahwa dia masuk kategori tenor dalam ekstrakulikuler Paduan Suara, tapi kalau nyanyi suaranya tetap enak didengar. Nggak bisa ngomong "R", maka dari itu kata-kata "ngawuL" sempat menjadi "trending topic" di kelas karena dirinya. Ada yang bilang kalau dia suka nonton bokepan, entah benar tidaknya tapi yang jelas dia pernah dikejar-kejar bencong di dekat Rajawali karena motoran sambil SMS-an ( apes banget, sih, nasibmu...), hahaha... kalau ada kegiatan apa pun, sebelum kumpul disempatkan main futsal dulu. Di kelas hobinya HP-an ( entah SMS siapa, pacarnya kali, ya... ), kalau nggak ngobrol sama teman, dan karena kebiasaan "curhat"-nya inilah aku menganggap dia cowok paling ceriwis yang pernah kukenal. Sangat bangga dengan nilai-nilai Ekonomi-nya. Klop sama Tomi, dan suatu saat nanti aku berharap mereka berdua bisa "memimpin" SmanSa. Pencalonan ketua dan wakil ketua OSIS, mungkin? :)
2. Yoga
Julukannya "Mbah Kakung" karena rambutnya sudah beruban. Sempat kaget juga karena ternyata adiknya adalah mantan teman SD-ku. Setiap kali teman-teman selalu membahas soal "tragedi payung", rasanya geli dan selalu ingin tertawa, hahaha... saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah satu payung dengan Yoga. Kalian mau pada satu payung sama Yoga apa? Wkwkwk... anaknya pendiam dan hobinya tidur di kelas. Setiap kali ada acara kumpul-kumpul, pasti dia selalu datang dengan mata yang lebam ( entah habis ngeronda atau habis ditonjokin preman kampung ) dan selalu datang dengan sepedanya, kalau nggak jalan kaki. Dan entah kenapa dia selau sial. Ada aja kejadian aneh yang menimpanya. Jatuh dari sepedalah, duduk di kursi yang jebol lah, dll... hahaha... sabar, ya, Yog! Aja turu neng kelas maning, mengko konangan karo Bu Atun maning, wkwkwk... :D
3. Yayas
Pertama kali bertemu dia, rasanya gemas ingin mencubit pipinya. Jidatnya lebar, tawanya lucu, kulitnya putih seperti "Snow White and the Seven Dwarfsss... sss..." *lirik Teacher In*, kukunya mungil-mungil, dan matanya "hilang" kalau lagi ketawa atau senyum. Anaknya mungil, gampang menangis, dan imut-imut. Hobinya nunggu jemputan di rumahku sambil curhat plus Twitter-an atau SMS-an sama Teguh. Kalau debat sama Rias dan Rias yang menang, pasti dia nyengir + ketawa sambil menjulurkan lidah, "Weee~" dan sumpah pas lagi kayak gini ( sekali lagi ) aku gemas pengen cubit pipinya, kayak anak kecil banget! Sayangnya tiap aku mau cubit pipinya, jariku selalu mau digigit. Kalau udah dekat sama Rias, pasti dikasih "panggilan kesayangan", kayak "Liem", "Auliem", "Miruk", "Cumi", "Mesum", dll... paling lemah sama cowok cakep ( coba aja kasih liat fotonya Kim Bum, Yoon Shi-Yoon, Mario Maurer, pasti jerit-jerit setengah mati saking nge-fans-nya ). Kalau lagi ngantuk, wajahnya mirip kucing. Anaknya perhatian dan baik ( terlalu baik, malah... ). Dia juga maniak biru dan phobia ular, dan kuharap Rias cepat sembuh dari phobia-nya. Aamiin...!! :)
4. Tegar
Di balik perawakannya yang tegap dan terlihat tegas, ternyata dia anak yang kocak juga. Hobinya nyanyi, suaranya juga bagus. Banyak yang bilang dia mirip Sammy ( mantan ) Kerispatih, bahkan banyak juga yang sering menyinggung tentang giginya. Paling asyik liat dia jadi pemimpin upacara, alis matanya bisa menukik saking seriusnya kayak lagi ngerjain soal-soal Kimia tingkat dewa. Anaknya baik, supel, ramah, dan hangat. Setahuku, dia anak yang bertanggung jawab, terutama kalau ada tugas kelompok. Pernah suatu ketika dia bela-belain datang ke rumah buat ngerjain tugas kelompok padahal waktu itu lagi hujan dan dia lagi kurang enak badan. Alhasil, besoknya di sekolah badannya panas. Hahaha... maafkan kami, Gar...^^;
5. Auli Sensei
Aulia Nurul Izzati namanya. Tapi biasanya dia selalu menandai buku-bukunya dengan ( entah tanda tangan atau paraf ) "Auly". Bahasa Inggrisnya jago, dan aku sangat berterima kasih atas bantuannya selama ini. Biasa dipanggil "Botak" atau "Lampu Taman", karena kepalanya bundar dan kata Gembong nggak ada tumpunya ( tumpu apanya, Mbong? ). Bandel, saking kecanduannya sama kopi dan soda. K-Pop Lovers dan aku biasanya juga update info K-Pop lewat cerita-ceritanya, hahaha... bisa menulis Hangul, dan ( sekali lagi ) aku sangat berterima kasih atas ajarannya. Punya sudut pandang yang berbeda, maka dari itu kupanggil "Sensei". Anak ini selalu bikin gemas karena susah ditebak. Kadang pendiam, kadang ceriwis, kadang depresi, kadang hiperaktif, kadang suka senyum-senyum sendiri. Ekspresi wajahnya macam-macam, bahkan pernah menampilkan wajah dan aura keibuan, lho! Uuu... eomma~ wkwkwk... anaknya sangat dewasa, simple, tapi mood-nya suka naik-turun. Suka tiba-tiba bilang "maaf, ya..." tanpa alasan yang jelas. Kadang ceplas-ceplosnya seringkali mengocok perut. Warna kesukaannya merah dan hitam. Paling gawat kalau keisengan dan ke-"kurang kerjaan"-nya kambuh, soalnya apapun bisa disulap sama dia menjadi "wah". Butuh contoh? Liat aja layar HP-nya, pernah diwarnai pakai kuteks bening, terus dikerok lagi. Kalau nge-reblog pintar, bagus-bagus ( dan biasanya saya jadi "penguntit"-nya yang suka ikut-ikutan reblog, wkwkwk~ ). Mukanya bisa berubah drastis kalau sudah menyangkut tentang kakaknya dan kamarnya. Padahal aku sendiri juga hampir sama joroknya dengan kakaknya, wkwkwk... sabar, ya, Sensei! :D
6. Bagus
Pertama kali aku melihat dia waktu menginjakkan kaki di kelas X-7, aku sempat mengira dia "satu rumpun" sama aku, Papua. Kulitnya kecoklatan seperti terbakar matahari, bulu matanya lentik, dan rambutnya keriting kemerahan. Tapi setelah liat dia bolak-balik berdebat tentang Salem dan Jawa ( padahal Salem di Jawa juga, kan, yah? ) sama Dilla waktu awal-awal semester I, aku baru tahu kalau dia "made in Banyumas", hohoho~ anak PA ( Pecinta Alam ) sejati, sukanya ngomong sana-sini. Kalau ngomong ngalor ngidul, entah ngobrolin apa, tapi biasanya ujung-ujungnya bercerita tentang kehidupannya selama menjadi anak kos. Kalau sedang bertamu, hobi banget "mengosongkan" isi toples tuan rumah, alasannya dompet lagi seret. "Maklum, anak kos," begitu katanya. Dia juga sukanya ngotak-ngatik barang di rumah orang alias nggak bisa diam. Tangannya "gatal" kali, ya, sampai segitu "nggratil"-nya? Ada Caladine, nih, Gus... mau? :D
7. Bayu
Panggilannya sangat menggoda ( dan saat memanggilnya harus menggunakan nada tertentu, yaitu jurus panggilan ala Emon di "Catatan Si Boy" ) : "MAS BAAAYY~". Wakakakkk... tak banyak yang ku ketahui tentang dirinya, cuma kalau lagi ketawa Mas Bay kelihatan lucu. Pernah ada yang bilang waktu itu ada yang nggak sengaja dengar Mas Bay lagi menyemangati dirinya sendiri... nggak tau lagi ada masalah apa, tapi tetap semangat, ya, Mas Bay! ^^
8. Dilla
Dilla Alfinda Risdiana atau biasa disingkat "DAR". Panggilan beken lainnya adalah "Salem". Dan yang lebih bekennya lagi : "TETANGGA FAVORIT". Hahaha... dia memang tetanggaku, nge-kost di rumahnya Mbak Mar. Anak yang tekun, ambisius, keras kepala, sedikit egois, pantang manyerah, dan pintar. Tapi, kadang sifat polosnya suka keluar. Suka bolak-balik ke rumahku untuk numpang nge-net sama minta ajarin Bahasa Inggris. Hobinya bercerita tentang keluarganya, masa kecilnya, dan segala hal yang berbau tentang Salem, tanah air tercintanya. Buku dan belajar adalah salah satu bagian dari hidupnya yang sangat dipegang teguh olehnya. Kadang kalau diajak ngomong nggak nyambung, tapi sekalinya udah nyambung sifat kocaknya dia bisa keluar. Anaknya energik dan tahan banting. Hahaha... sukses selalu di kelas IPA-nya, ya, Dil! :)
9. Mbaja
Nama aslinya "Dwi Listiana", tapi entah kenapa bisa dipanggil "Mbaja" itu saya juga nggak tau asal mulanya. Katanya punya kembaran, namanya "Dwi Listiono". Anaknya ceria, semangat, kreatif + inovatif, dan sedikit kecowok-cowokan, tapi kadang suka bengong kalau lagi diajak cerita atau ditanya sesuatu. Ujung-ujungnya dia nanya, "Hah? Apa? Maaf, tadi aku lagi mikir," wkwkwk... dia juga mirip aktris Hillary Swank. Fashionable adalah salah satu ciri khasnya yang sangat membekas dalam ingatanku. Terkadang aku suka diam-diam memperhatikan pakaian yang selalu dipakai Mbaja, pulangnya kuingat-ingat ulang terus kucoba otak-atik desainnya. Terima kasih, Mbaja, kau adalah inspirasiku~ (^^)d
10. Farah
"Nenek" panggilannya, entah apa sebabnya. Padahal dia mungil dan imut-imut begini, kok, bisa dipanggil "Nenek", ya? Farah juga anak yang susah ditebak, bikin gemas, dan kalau dengar tawanya rasanya jadi ingin ikut tertawa juga. Menurut pandanganku, Farah anak yang "talk less do more". Tak banyak omong tapi sebenarnya selalu perhatian dan setia kawan. Tapi kalau udah cerita, yang mendengar rasanya bisa betah mendengarkan dia berjam-jam bercerita. Kalau sedang bersama Farah, rasanya seperti punya adik perempuan, uuh... gemas~ dia juga anak yang simple dan sedikit keibuan. Nge-fans sama "Percy Jackson" dan sebangsanya. Dia suka sekali pisang dan monyet. Kalau udah nyeplos, yang mendengar bisa ikut terkikik-kikik. Pernah suatu waktu Gembong menyebutnya "anak kecil" dan Farah membalas, "Kamu besar tapi berhati kecil, sementara aku kecil tapi, kan, berhati besar!" wakakakakk... sukses selalu untukmu, Far! :D
11. Icha
Namanya agak susah. Awalnya kukira "Farissa Nadhila Azzahra", ternyata "Farisa Nadhilah Azzahra". Anak yang manis, lucu, dan tak terduga. Tindakannya kadang spontan dan mengundang tawa. Butuh contoh? Tiba-tiba waktu lagi jam pelajarannya Pak Parno dia matiin lampu sambil cengar-cengir, "Hayyuuhh...!!" mwahahaha~ asyik banget, nih, anak. Kadang suka protes atau menggerutu sendiri kalau teman sebangkunya, Hasnah, lagi kambuh suara "ultrasonik"-nya. Hubungannya dengan Feisal selalu bikin iri. Uuu~ Ichaaa... iri, deehh... wkwkwk :D
12. Gembong
Julukannya banyak. Ada "Gendut", "Beruang", "Kulkas Empat Pintu", "Paus" ( eh, "Paus" apa "Anak Paus", ya? Lupa! ), "Cetacea sp", dll... sering sekali disinggung soal ukuran badannya dan lehernya, tapi dia tetap ceria. Hobinya ikut les sana-sini dan juga ajak teman sana-sini untuk gabung les bareng sama dia. Bagai pinang dibelah dua sama bapaknya. Kadang kalau ngomong atau nge-tweet suka ceplas-ceplos, sembrono, nggak karuan, bahkan sebagian nggak sopan ( apalagi kalau udah menyangkut orang tua ). Mbong, lain kali mulutnya sedikit di-"rem", ya... tapi di balik kata-kata sarunya, ( menurut pandanganku ) dia kadang suka sedih atau kesal sendiri nggak tahu kenapa, bahkan kadang kalau lagi diterpa masalah pun dia selalu berusaha untuk tersenyum dan tertawa di depan teman-temannya. Kata Hasbi, dia adalah "GEMBONG ( GErMo BencONG )". Asyik dijadikan teman curhat karena merupakan pendengar yang baik, tapi kalau kita lagi sial, dia bisa lupa terus nyeplos, deh, itu isi curhatannya kita. Tawanya keras, sekeras injakan telapak kakinya ( kakiku pernah nggak sengaja diinjak sama Gembong, rasanya... MANTAP. ) dan dia selalu berusaha menyenangkan hati teman-temannya. Anaknya cepat akrab dengan siapa pun dan selalu berusaha menyemangati temannya walau sebenarnya dia sendiri sedang membutuhkan motivasi. Perhatian dan selalu berusaha untuk tetap optimis. Pelupa tapi sosoknya sendiri susah dilupakan dari benak kita semua. Gembong, always keep spirit! (^o^)
13. Gottfried
Pertama kali dengar namanya kukira dia blasteran, ternyata cuma namanya yang diambil dari Bahasa Jerman dan dia "made in Indonesia" asli, not Germany. Anaknya mungil, pendiam, dan kutu buku tulen. Kebetulan mbahnya itu temannya mbahku jadi aku tahu kalau hobi membacanya itu menurun dari kakeknya. Jarang sekali rasanya aku lihat dia tertawa atau bicara. Yang aku tahu cuma dia pernah mendapat nilai sempurna alias 100 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pas UN SMP. Yang paling membekas dalam ingatanku adalah waktu dia lagi serius-seriusnya baca buku TIK sendirian pas jam istirahat. Kalau kerja kelompok sama Gottfried dan dia dimintai pendapat, jawabannya hanya satu kata : "TERSERAH". Tapi sekalinya dia ngeluarin ide atau berpendapat, idenya itu sangat berguna untuk kelompok kerjanya. Hal lain yang membekas dalam ingatanku tentang dia adalah waktu dia tertawa lebar untuk pertama kalinya di hadapan mukaku. Waktu itu dia lagi masangin hasduknya Gembong yang seukuran anak SD, tiba-tiba dia ketawa sambil bilang, "Mbong, udah... aku nggak sanggup masang, geli aku," wkwkwk... njane kalau kamu ketawa manis, lho, Fried. Banyak-banyaklah tertawa, tertawa itu sehat! :D
14. Hai
Nama lainnya "Haid", dan saya tahu ini asal-muasalnya kenapa, hahaha... pertama kali aku lihat dia rasanya kayak lagi liat Obama. Tinggi, tegap, bermata tajam, bahkan kadang rasanya kayak lagi liat Tokyo Tower. Kakinya panjang kayak aktor Moon Joo-Won. Punggungnya lebar kayak layar tancap ( dan katanya dia lagi rajin renang. Bayangin aja seandainya nanti punggungnya makin lebar karena renang, udah segede Stadion Gelora Bung Karno, dah, itu punggung... ). Matanya tajam kayak kakakku, tapi bedanya mata kakakku nggak sesipit dia. Kalau lagi ketawa suaranya khas, dan matanya "hilang" kayak Rias. Njane mukanya manis kalau lagi ketawa, tapi kalau "Gaya Tukul"-nya kambuh, jelek dan seramnya minta ampun. Sukanya melotot nggak jelas, kelilipan apa, Dar? Wkwkwk... hampir setipe sama Gembong, kadang nyeplosnya kurang ajar. Direm, woy, rem! Suka kesal nggak jelas, tapi kalau kesalnya mulai hilang perlahan-lahan, rupanya jadi kayak anak kecil. Menurutku dia orangnya lucu, kadang suka joged-joged sendiri. Kadang perhatian sama hal-hal kecil, menolong tanpa diminta. Lemah dalam mata pelajaran olahraga. Nggak jelas, juga susah ditebak. Aneh dan kadang nggak tahu malu, tapi selalu punya keyakinan bahwa di mana ada kemauan, di situ ada jalan, dan Tuhan akan selalu bersama umatnya yang mau berusaha. Cita-citanya jadi dokter. Hobinya nyanyi, suaranya bagus. Ada kemungkinan dia akan jadi penyanyi dangdut "Haidar Irama"? Kita lihat saja nanti. Wkwkwk~ sukses selalu, Dar! :D
15. Hasbi
Panggilannya "Hasbi*ch" ( ini Gembong yang bikin, lho... ), Si Anak Genius. Nggak pernah jelas apa yang ada dalam pikiran dan benaknya, saking susahnya buat ditebak. Talk less do more juga. Selalu berbicara dalam Bahasa Jawa. Sering disinggung mengenai suaranya yang seperti Gita Gutawa. Kalau udah kesal, apapun bisa ditendangnya. Suka sekali futsal. Pernah ditabrak "Gentong", terus bangkit lagi. Dengar-dengar katanya pernah menghapus papan tulis pakai penghapus melalui jidatnya. Nggak bisa diam, termasuk yang nggratil juga, sih... kalau nggak salah anaknya juga taat beribadah. Paling lucu kalau tangannya mulai "hidup" alias "nggratil"-nya kambuh, benda apapun itu, bakal dimainin. Dan dia selalu bikin iriii... uuuaaarrgghh~ Hasbiii... berikan kepintaran IPS-mu padakuuu...!!! ^^;
16. Hasnah
Suaranya menggelegar, sangar, dan bikin gempar kayak preman pasar. Cocok, deh, jadi giat. Buat yang lagi dekat-dekat Hasnah, hati-hati, deh, karena kita nggak tau kapan dia bakal "jerit-jerit". Sukanya tiba-tiba SMS minta tolong ini-itu. Anaknya membingungkan. Nggak tau apa maunya. Tapi, kalau "stress"-nya kambuh, kocak banget, deh, ini anak, sumpah. Panggilannya "Dolmen" ( lagi-lagi Gembong yang bikin. Perasaan dulu dia dipanggil "Kjokken Modinger", deh... iya, bukan? ). Kalau udah menyangkut hal-hal tentang R**A, ehm~ tau, ah, nggak mau menjelaskan lebih lanjut, wkwkwk... :D
17. Bella
Nama lengkapnya panjang banget, "Isabella Aprillia Jujun Utomo". Dengar-dengar "Jujun" itu nama pemberian omnya, "Utomo" nama marga bapaknya, terus kalau di FB ada tambahan "Rintjap", marga ibunya. Cantik, putih, tinggi, suaranya bagus. Struktur wajahnya tegas, suaranya juga lantang. Hobinya bolak-balik ngecat rambut. HP-nya banyak ( bagi satu, dong, Bel... wkwkwk :D ). Sayang dan akrab banget sama bapaknya. Bapaknya perhatian banget, sosok beliau sering kulihat di sekolah sedang menunggu Isabella. Termasuk anak yang cepat tangkap, terbukti dengan absennya dia dari latihan nari yang nggak ketulungan, tapi begitu mendekati hari H dia bisa menguasai tariannya dengan cepat. Semangat selalu untukmu, Nak! Salam Paskibra! (^^)d
18. Kevin
Ini, nih, "Si Muka Mesum". Mukanya nelangsa banget. Kalau ngomong juga lirih banget. Sebenarnya termasuk anak yang cerdas, cuma sayang... malesnya nggak ketulungan. Motornya gede banget, bikin bergidik ngeliatnya. Anak yang tanpa sadar tingkahnya selalu mengundang tawa. Dengerin aja dia ngomong sepatah-dua patah kata, pasti semuanya langsung ketawa, dan biasanya pada komentar tentang mukanya. Nggak tau mau deskripsiin apa lagi tentang ini anak. Bingung. Sumpah. Nggak jelas, sih, wkwkwk... peace, Kevin! (^^;)v
19. Mega
Ini dia... JREEENG! Mee... gaaa...!! Hahaha... mukanya asyik, walaupun kalau pertama kali baru kenal dia pasti dikira orang sinis, padahal dia asyik banget diajak bercanda, lho~ sering memerankan tokoh antagonis. Anaknya juga ceria dan tegas. Pokoknya asyik, deh, kalau udah ketawa-ketiwi sama dia soalnya peran "antagonis"-nya bisa keluar, wkwkwk... sukses terus, ya, Mega~ tak doain jadi artis, mau? ^^
20. Morla
Morla namanya. "Chubby Galz" julukannya ( emang anaknya tembem banget, sih, hehehe )... saking tembemnya itu pipi sampai hampir tiap kali aku ketemu dia pengen kucubit nggak peduli sampai tulang pipinya patah. Anaknya lucu, nggak banyak omong, tapi prestasinya selalu tok ceeerrr... mantap! Kalau ketawa matanya hilang kayak Rias dan mukanya sampai memerah kayak tomat rebus. Terus kalau lagi cemberut atau banyak pikiran biasanya kedua ujung bibirnya melengkung ke bawah kayak buah pisang sambil menggerutu sendiri yang entah apa. Pokoknya kalau suasananya lagi nggak mendukung, Morla lebih banyak diam ( tapi emang dasarnya udah pendiam, ya... ) dan biarpun begitu, dia tetap ramah, kok. Baik, lagi! Morlaaa... aaaaaa~ imuuutt~ :3
21. Bela
Pertama kali aku ketemu Nabila waktu SMP, di WC pula... waktu itu aku lagi nunggu giliran cuci tangan tepat di belakangnya dia, dan Nabila sendiri lagi asyik ngobrol sama Cita. Sambil perhatiin Nabila aku gumun sendiri, "Ini anak, kok, tinggi amat, ya..." terus ternyata pas kelas X, tepatnya di X-7, kita sekelas. Dia keliatan tambah tinggi dan tambah anggun kayak Miss Universe. Di antara kedua matanya ada bagian yang sedikit menghitam, itu bekas kacamatanya warnanya udah mulai memudar. Karena nggak akrab sejak SMP, aku cuma bisa perhatiin dia pas awal-awal kelas X. Aku suka matanya yang jernih. Terus aku juga suka bulu matanya. Lentik. Biasanya dia dipanggil "Bela", tapi nggak tau kenapa aku lebih suka panggil dia "Nabila". Setelah mulai kenal dia, lama-lama aku tahu kalau suaranya kayak sound system yang suka ada di acara hajatan. Kalau manggil orang suaranya kenceng banget. Belum lagi kalau koar-koarnya berkolaborasi sama Gembong dan Yola... wah... udah, deh... kelas jadi kayak acara jerit malam. Tapi aku suka semangatnya dia waktu lari tiap latihan MP ( Merpati Putih ). Keren! Semangat terus, ya, Bela! ^^
22. Nael
Ini, nih, anak yang suka bikin masalah.... dulu sempat satu kelompok pas latihan nari dan selama latihan nari itu pula dia hobi banget bikin aku bolak-balik tutup mata kalau lagi di belakangnya dia. Masalahnya dia selalu pakai kaos ( yang katanya kaosnya adiknya ) yang kekecilan, jadi... maaf, terkadang celananya terlihat. Terus pas lagi meng-explore gerakan untuk yang cowok, aku sama teman-teman satu kelompok tari lainnya minta yang cowok juga ikut mikirin gerakannya biar nggak semua gerakannya nggak dipikir yang cewek, jadi bisa sedikit membantu. Nael selalu bilang, "Gampang lah... nanti tak bantu cariin gerakannya." tapi ujung-ujungnya tiap pertemuan dia nggak pernah lapor hasil explore grakannya. Katanya, sih, lupa... kalau nggak, alasannya sibuk. Sejak kelas X dia dipanggil "Nael", padahal seingatku pas zaman SMP dia dipanggil "Graha", lho... keren amat bisa berubah jadi "Nael". Kucingku paling takut sama Nael, mungkin karena perawakannya yang seram kali, ya... motornya gede banget, lho~ warna merah pula. Meskipun kadang nyusahin, tapi dia baik. Tipe yang setia dan siap membantu di saat yang membutuhkan. Dia juga lucu dan kadang nggak tau malu. "Isih awan Nael peteng pisaaannn~" *ups* (^^;)v
23. Peni
Namanya suka jadi bahan ejekan, terutama sama Gembong. Masa' namanya diganti jadi "P***S"?? Gembong, Gembong... o ya, Peni ini termasuk tipe yang perfeksionis kalau udah menyangkut urusan wajah. Wajahnya kayaknya selalu dirawat, kadang suka bolak-balik bedakan sama sisiran di kelas. Hobinya narsis di HP, jadi nggak heran kalau lagi buka-buka HP-nya ada fotonya dia sampai ribuan jumlahnya. Anaknya PD alias percaya diri, hobi banget nyanyi seriosa. Lagu apa aja dijabanin buat dibikin versi seriosa-nya. Kalau udah lagi banyak masalah, tingkahnya suka nggak jelas. Ya ngomong sendirilah, nyanyi-nyanyilah, apalah... ujung-ujungnya curhat nggak jelas karena curhatnya nggak sistematis, jadi yang dengerin kadang juga ikut bingung, "Ini anak sebenarnya lagi curhat tentang apa, ya?..." tapi anaknya pintar nari, lho! Aku paling suka liat Peni lagi berlenggak-lenggok sambil senyum terus arah matanya yang kesana kemari. Kesannya luwes, cantik, dan anggun kayak burung merak! Sukses terus, ya, Pen! ;)
24. Putri
Nah, ini dia... julukannya "Miss Call" karena hobinya telepon pacarnya anywhere, any time, any place ( bukan berarti "panggilan tak terjawab", lho, ya~ ). Anaknya nggak jelas, kadang bisa lemooot... banget, tapi kadang juga bisa ngasih ide cemerlang buat teman-temannya. Butuh contoh? Kalau lagi lemot, biasanya kalau ada teman yang lagi nge-joke, dia nggak ngerti dan bakal bingung sendiri kenapa teman-teman yang lain pada ketawa. Setelah beberapa saat, barulah dia ketawa karena udah ngerti maksud joke-nya ( dan ketawanya itu telat banget ). Tapi, kalau lagi "cring!", idenya banyak banget yang keluar. Waktu itu pernah kelompoknya Putri lagi numpang latihan nari di rumahku dan mereka lagi mati gaya. Di saat seperti itu, tiba-tiba Putri ngasih ide gerakan banyak banget, sampai-sampai Umar ( kalau nggak salah ) bilang, "Ini anak sebenarnya cerdas, lho...!" tuh, kan, Put... makanya jangan kebanyakan telepon biar nggak terlalu lemot, hehehe... sukses selalu, Put! :D
25. Roma
Dari dulu sampai sekarang, hanya dia satu-satunya teman sekelasku di X-7 yang aku nggak pernah ingat nama lengkapnya. Yang kutahu cuma "Roma Satria", udah itu aja. Dan dari dulu dia nggak pernah berubah, sanyumnya itu, lho~ wew. Anak ini kembar, kembarannya kalau nggak salah namanya Randy. Jujur, yah, ( jangan marah, lho, Rom... ) wajahnya Randy lebih dewasa daripada Roma. Tapi tetap aja nggak ada yang bisa menyaingi smile power-nya Roma, bahkan saudara kembarnya sekalipun, wkwkwk... hobinya pakai gelang warna hijau, dia juga maniak banget basket. Semoga nantinya dia bisa menjadi pebasket terkenal dan mengharumkan nama Indonesia. Aamiin...!! :)
26. Rizka
Kalau ingat awal-awal Rizka masuk kelas X-7, rasanya kasihan banget karena nggak banyak yang kenal dia... soalnya selama kurang-lebih dua minggu dia dirawat di rumah sakit karena demam berdarah ( malah ada yang bilang kena liver juga ), jadi nggak banyak anak-anak sekelas yang hapal wajahnya dia. Begitu dia masuk, aku kenalan dan liat reaksi dia cukup kaget karena sekelas sama anak kayak Gembong. Mungkin karena belum pernah liat anak sekocak dan sekonyol Gembong kali, ya... terus habis itu dia nunjukkin pergelangan tangannya yang membiru karena pembuluh darahnya yang sempat pecah selama dia sakit. Dan ternyata dia nggak kena liver, cuma demam berdarah! Apa banget ini coba beritanya... tapi syukurlah dia tetap ceria dan semangat walau masih sempat bolak-balik nggak masuk sekolah karena sakit, padahal udah sembuh dari demam berdarah. Dan semakin lama aku semakin tau kalau ternyata ini anak kocak juga, nggak selebihnya pendiam, sampai-sampai dia dijuluki "Santri Edan". Setiap kali dia dengan lagu "Muhammad-ku, Muhammad-ku... aku rindu, aku rindu..." dia selalu joged-joged. Seerrr~ :D
27. Rukmi
Aku baru benar-benar mengerti dan melihat Rukmi waktu kelas X. Dan aku nggak pernah sadar atau bahkan tau kalau ternyata dia satu SMP sama aku ( duh, cupu sekali saya ini... ). Kesan pertama yang aku rasakan waktu pertama kali ketemu dia itu lebih banyak diam alias suramnya. Rambutnya keriting dan bentuk wajahnya kotak, persis seperti ibunya. Gampang dikenal gara-gara tas merahnya. Kadang suka ketawa-ketawa dan senewen alias ribut sendiri. Kalau udah ngambek, wuih... yang lain ikut kelimpungan, soalnya ngambeknya nggak ketulungan. Dia jago gambar, lho! Dari dulu pengen banget diajarin gambar tempat sampah beserta isinya sama Rukmi tapi belum sempat juga... kalau ku perhatikan, tipe gambarnya dia bukan Jepang tapi lebih ke yang Amerika. Gambar-gambarnya keren! Dia juga suka kucing, Kim Tak-Goo, dan Goo Ma-Jun, sampai-sampai rela bolos Pramuka bareng aku dan Rias demi nonton episode terakhir "Bread, Love, and Dream", hahaha~ Rukmi, kapan kita makan yoghurt bareng lagi? :)
28. Siswi
Namanya unik, "Siswi Indah Mulyani". Tapi, sayangnya para guru paling sering salah kalau manggil dia. Panggilan yang seharusnya "Siswi" malah jadi "Siwi". Tapi, kalau nggak salah panggilan sehari-harinya "Indah", lho.. cuma saya lebih suka manggil "Siswi", hehehe... nggak banyak yang bisa ku deskripisikan tentang dia, yang jelas Pak Parno paling hapal sama Siswi. Kadang suka bolak-balik ditunjuk buat maju ke depan ngerjain soal-soal. Dulu rambutnya bergelombang, sekarang di-rebonding jadinya lurus banget. Aku suka banget liat kartu pelajarnya, fotonya manis kayak model, hehehe... tapi Siswi lebih cantik sekarang, karena pakai kerudung. Siwi Siwi Siwi... cantiiik~ ^^
29. Tomi
Ini, nih... bocah cilik kelahiran 1996 yang paling aktif. Kayaknya kegiatan sosial dan organisasi apapun dijabanin juga. Sibuk dan berdedikasi tinggi, selalu berusaha supaya nggak pernah ketinggalan. Dan dedikasi serta bagaimana cara dia meraih mimpinya itu yang terkadang membuatku kagum. Pintar ngomong, bisa jadi PR ( Public Relation ), nih... hahaha... pernah suatu ketika waktu satu kelompok pas partai politik, dia pinjam celana biru kembang-kembang alias celana pantaiku buat shooting parpol, dan... wah... dia ganti celana itu bukan dalam kamar, tapi di ruang keluargaku yang di bagian dekat komputer. Untung ada sekat pemisah antara yang di dekat komputer sama yang di ruang TV, jadi kita semua kumpul di ruang TV. Dan untungnya lagi, usilnya Bagus nggak kambuh. Coba kalau kambuh, udah difoto, deh, itu posenya Tomi yang lagi ganti celana, hahaha... :D
30. Umar
Pertama kali aku kenal dia pas les LIA, karena kebetulan kita sempat satu kelas di LIA. Dan begitu tau dia sekelas sama aku pas kelas X, aku sebel banget sama dia! Aku sebel soalnya waktu aku jawab pertanyaan Guru Bahasa Indoensia-ku tentang cara mengeja "menggambar", aku dianggap salah sedangkan jawabannya Umar benar, padahal jawaban kita sama-sama "MENG-GAM-BAR", bukan "ME-NGGAM-BAR"! Grr~ malu banget sumpah aku waktu itu. Eh, tapi harusnya aku sebalnya bukan ke Umar, ya? Salah sasaran, nih, hahaha... dasar AKBAR, wkwkwk... tapi Umar anaknya asyik, kok, seasyik kebab di "Basso Cafe"-nya. Kebabnya enak, lho! Renyah dan gurih. Uh... *lapar*. Nge-fans banget sama Avenged Sevenfold. Paling suka dengar dia ngomong "aseekk~" kayaknya enak dan santai aja gitu didengarnya, wkwkwk~ :D
31. Woro
Anaknya tinggi. Postur tubuhnya bagus. Manis. Dan sepertinya darah kejawennya mengalir kental dalam tubuhnya. Nggak banyak yang bisa ku deskripsikan tentang Woro, yang jelas dia anak yang cerdas dan berkemauan tinggi. Wajahnya benar-benar manis, tapi kalau jadi giat kayaknya seram kali, ya... paling suka liat dia kalau lagi Paskib, berasa lagi di lingkungan Istana Negara, hahaha... :D
32. Yola
Ini dia... jreng jreng jreng! Yola Maulin Peryogawati! Waktu pertama kali tau namanya, nama belakangnya susah banget buat dihapalin. Suaranya juga nggak kalah "sound system"-nya sama Nabila. Matanya hitam seperti mata panda, tapi manis. Ramah pula! Aku paling suka liat hidung dan dagunya. Suaranya khas. Sering dibilang pendek sama Gembong dkk, katanya tingginya sepohon cabai. Ditambah lagi dengan adanya Rumah Makan "Yola Si Mungil" di depan GOR, wah.. udah, deh, makin menjadi-jadi aja itu si Gembong. Yola itu kalau lagi banyak masalah lebih sering diam dan moody. Tapi kalau udah lagi senang, ya, girangnya luar biasa... lucu banget kayak anak kecil! Aku mau punya adik kayak dia! :3
33. Yulita
The last one, please welcome... Princess Yulita! Hahaha... ini anak nggak tau kenapa kalau ku perhatiin sejak SMP kesannya "princess" banget. Perfeksionis dan rajin ( kerajinan, malah... ). Cerewet banget kalau udah lagi cerita ini-itu. Kalau udah cerita, nanti ujung-ujungnya dia tanya dengan muka memelas, "Aah... pada kenapa, sih? Marah, ya? Aku cerewet, ya? Ceritaku nggak menarik, ya? Maaf, ya..." hahaha... ini akan satu emang hobi banget bolak-balik minta maaf. Sukanya ngeledekin orang tapi giliran diledekin malah nggak mau, mukanya langsung memerah semerah-merahnya. Kalau nggak salah, dia nggak suka pedas karena bisa bikin hidungnya tambah merah. Paling perhatian sama penampilannya dan kalau berfoto dia selalu punya gaya yang khas, wkwkwk... sukses selalu, Yul! :D
SEPIT MASAL, I LOVE YOU! :)
Saturday, August 7, 2010
Tentang Kamu
Aku nggak tau harus mulai dari mana...
Tapi satu hal yang pasti...
Walau sudah tiga bulan tujuh hari semenjak putusnya hubungan kita...
Tapi susah untuk melupakan semua kenangan-kenangan yang ada.
Delapan bulan enam belas hari...
Walau mungkin dalam waktu sesingkat itu tak ada sedikit pun kenangan yang berarti...
Tapi selalu hadir dalam benakku tiap kali kau melintas di depanku.
Tuhan...
Aku tau dalam agama tak memperbolehkan seorang ikhwan dan akhwat menjalin suatu hubungan tanpa ikatan resmi yang sakral...
Salahkah aku?
Dosakah aku?
Berpandangan dalam nafsu antara ikhwan dan akhwat pun zina.
Jadi, yang ku perbuat selama ini... zina?
Tapi kenapa SETAN itu masih melekat dalam diriku...!?
Setiap aku memandangimu dari kejauhan...
Aku selalu berharap...
Tuhan, buatlah ia menengok padaku.
Melihat diriku.
Melambaikan tangannya padaku.
Sambil tersenyum manis yang hanya ditujukan untukku.
Kini saat kau sedang bersama yang lain...
Tertawa. Bercanda. Bersama...
Ingin rasanya aku berlari secepatnya...
Menangis. Sendirian.
Tuhan...
Apa sudah ada yang lain di hatinya?
Ya Allah...
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Maaf selalu melakukan hal yang salah.
Maaf aku belum bisa melupakannya.
Apa sekarang tak ada sedikit saja "rasa" untukku di hatimu?
Pernahkah kau berpikir sedikit saja tentangku? Tentang keadaanku, mungkin...
TIDAK, ya?
Lalu untuk apa aku terus-menerus memikirkanmu selama ini!?
Tak ada gunanya. KOSONG!
Tangisku sia-sia! Amarahku sia-sia!
Terbuang semua...!!
KAU PUAS!?
Rasanya ingin sekali aku MEMAKI-MAKI DIRIMU dan juga DIRIKU SENDIRI.
SIALAN BANGET lah!
Tapi apa? TAK ADA SATU PUN KATA MAKIAN YANG KELUAR DARI MULUTKU UNTUKMU.
Semua kupendam dalam hati. KUPENDAM SENDIRI.
Aku hanya bisa menangis.
Dan memohon ampun.
Maaf... maaf... maaf...
Maafkan aku, Ya Allah...
Bantu aku, Ya Allah...
Sudahlah...
Lepaskan saja.
Biarlah. Pergilah.
Ya Allah...
Ikhlaskan hatiku.
Cinta itu... menjauhlah.
Tinggalkanlah aku sendiri.
Cinta itu... musnahkanlah.
Karena kau satu-satunya...
Yang ku cintai.
Tapi satu hal yang pasti...
Walau sudah tiga bulan tujuh hari semenjak putusnya hubungan kita...
Tapi susah untuk melupakan semua kenangan-kenangan yang ada.
Delapan bulan enam belas hari...
Walau mungkin dalam waktu sesingkat itu tak ada sedikit pun kenangan yang berarti...
Tapi selalu hadir dalam benakku tiap kali kau melintas di depanku.
Tuhan...
Aku tau dalam agama tak memperbolehkan seorang ikhwan dan akhwat menjalin suatu hubungan tanpa ikatan resmi yang sakral...
Salahkah aku?
Dosakah aku?
Berpandangan dalam nafsu antara ikhwan dan akhwat pun zina.
Jadi, yang ku perbuat selama ini... zina?
Tapi kenapa SETAN itu masih melekat dalam diriku...!?
Setiap aku memandangimu dari kejauhan...
Aku selalu berharap...
Tuhan, buatlah ia menengok padaku.
Melihat diriku.
Melambaikan tangannya padaku.
Sambil tersenyum manis yang hanya ditujukan untukku.
Kini saat kau sedang bersama yang lain...
Tertawa. Bercanda. Bersama...
Ingin rasanya aku berlari secepatnya...
Menangis. Sendirian.
Tuhan...
Apa sudah ada yang lain di hatinya?
Ya Allah...
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Maaf selalu melakukan hal yang salah.
Maaf aku belum bisa melupakannya.
Apa sekarang tak ada sedikit saja "rasa" untukku di hatimu?
Pernahkah kau berpikir sedikit saja tentangku? Tentang keadaanku, mungkin...
TIDAK, ya?
Lalu untuk apa aku terus-menerus memikirkanmu selama ini!?
Tak ada gunanya. KOSONG!
Tangisku sia-sia! Amarahku sia-sia!
Terbuang semua...!!
KAU PUAS!?
Rasanya ingin sekali aku MEMAKI-MAKI DIRIMU dan juga DIRIKU SENDIRI.
SIALAN BANGET lah!
Tapi apa? TAK ADA SATU PUN KATA MAKIAN YANG KELUAR DARI MULUTKU UNTUKMU.
Semua kupendam dalam hati. KUPENDAM SENDIRI.
Aku hanya bisa menangis.
Dan memohon ampun.
Maaf... maaf... maaf...
Maafkan aku, Ya Allah...
Bantu aku, Ya Allah...
Sudahlah...
Lepaskan saja.
Biarlah. Pergilah.
Ya Allah...
Ikhlaskan hatiku.
Cinta itu... menjauhlah.
Tinggalkanlah aku sendiri.
Cinta itu... musnahkanlah.
Karena kau satu-satunya...
Yang ku cintai.
Saturday, July 31, 2010
SmanSa! :)
Holaaaaaa...!!! \(^o^)/
Annyonghaseyo... lama nggak nge-blog. Miss U so much! Aku mau cerita-cerita, nih... banyak banget yang pengen ku ceritain jadi bingung harus mulai dari mana... mulai dari MOS dulu, yaa...
MOS ( Masa Orientasi Siswa )
Dimulai dari tanggal 12 Juli 2010-14 Juli 2010. Kegiatan rutin yang dilakukan tiap sekolah pada saat penerimaan murid baru. Melelahkan, pegal, capek, kesal, emosional, tapi... SERU!
Kenapa SERU?
Karena kami adalah X-4 alias SARON! Hohoho... untuk kelompok MOS-nya aku kebagian di Kelas X-4 ( Kelompok 4 ) yang beranggotakan 34 anak plus dua orang PK kami tersayang yang gokilnya tiada tandingan maupun bandingannya, yaitu Mas Fadil 'n Mba' Zee.
Diketuai oleh Iqbal Sanda Yuda ( Iqbal ) beserta sekretaris 'n bendaharanya, yaitu Aeni Hasna Alwy ( Nana ) 'n Anggi Nova Melfia ( Anggi )... [ bener, nggak, sih? Kelalen aku... hehehe... peace! ]
Ada juga si Anak Pantai ( aduh, lupa lagi nama aslinya... ), Shaolin Soccer alias Raqa, juru bicara kedua alias AMEP ( soalnya jubir pertamanya si Ketua alias Iqbal, hehehe... ), dll... truz kita dapet teman tambahan lagi dari Kelas Aksel, yaitu Renaldo Faisal Huda ( Aldo ). Aduh, Nak... Nak! :D
Saron sempat meraih gelar juara 1 yell-yell terbaik 'n juara 3 artikel terbaik ( Nadya, Tya... Alhamdulillah, usaha kita tak sia-sia! ) selama MOS ( give applause! Plok-plok-plok! ). Begini, nih, liriknya...
Sarooonnn...!!
Give me S!
Give me A!
Give me R!
Give me O!
Give me N!
Sarooonnn...
Imuuuttt...!!
--------> IWAK SEPAT <--------
( Ini Wakil Sepuluh Empat )

Truz kita juga ada jogednya... dengan meliuk-liukan tubuh membentuk kata "SARON", kompaklah sudah! Horeee... hari terakhir MOS juga sangat berkesan! Pas banget timing-nya, ada pelangi! Walau cuma tiga hari, tapi kebersamaan kita bener-bener... duh... pas kelasnya mau diacak serasa berat... thanks untuk Andhika yang udah ngedit foto Iwak Sepat! Walau cuma selembar, sangat berharga... Iwak sepat, I LOVE YOU! :')
Pengacakan Kelas... X-7!
Setelah selama tiga hari berada di X-4, pada akhirnya aku harus berpisah dengan kelas itu dan pindah ke kelas baru, X-7. Awalnya, aku merasa mandan asing... eeh... lama-lama terbiasa juga! Apalagi ada Gembong, kelas jadi riuh, hohoho... ketua kelas kita "Sammy Arwana" ( perpaduan antara Sammy Kerispatih 'n Tukul Arwana ), lho! Sekretarisnya si Hasbi ( eeaa... Hasbi... ihiiy... dicari Gembong, tuh! :D ). Truz ada juga Yayas alias Rias, Farah Amani ( jadi ingat Farah Noor Azizah. Farah, how are you? ), Aulia si Nona Laundry *squeeze the lemon*, "Root.ME" alias Rukmi, Penny alias ****** atau Penny S. Temat ( sabar, ya, Nak! Jangan dengarkan kata-kata Gembong! Hohoho... ), Isabella ( kucing! ), "Yulita Palar", MbaJa alias Lis, Umar si Unta Arab, Haidar ( Hai... Hai... Hai... :D ), Gotfried si "Kambing Goreng" ( peace! Hehehe...^^; ), Woro ( Woro rela... hoo... Woro rela :D ), Dilla si Salem, Bagus si Jawa, dll... ini kelas kacau bin balau tapi selalu penuh tawa, deh! Hahaha... :D
SBR [ Sehari Bersama Rohis ( Rohani Islam ) ]
Sebelumnya, ada PTA ( Penerimaan Tamu Ambalan ) tapi aku nggak bisa ikut karena sakit... masuk angin... huhuhu... padahal pengen banget ikut, tuh... ya udah, berusaha untuk sembuh 'n akhirnya sembuh juga [ makasih banyak, Ya Allah! :') ], akhirnya bisa ikut SBR, deh...
SBR dilaksanakan mulai dari tanggal 24 Juli 2010-25 Juli 2010. Acaranya seru ( apalagi pas Liqo'... blak-blakan, hehehe... makasih atas semuanya, ya, Mba'... *belajar untuk kembali ke jalan-Nya* maafkan aku selama ini, Ya Allah... )! Kalau pas materi suka "mandan" ngantuk, sih, hehehe ( maaf )... tapi ada acara hipnotis segala sama Mas Iqbal, lho! Iqbal si Ketua ikutan juga ( Duo Iqbal, hohoho... ). Entah beneran apa bohongan yang jelas si Iqbal jadi kayak bocah hilang. Makasih, Mas Iqbal... entertaining banget!
Dan puncaknya... yang awalnya pada ngantuk 'n kebelet tidur jadi pada melek lagi ( bahkan sampai nggak mau tidur )... jreeeng! Nonton film! Asyiiikk...!! Film Cina, sih... tapi kocak abis 'n banyak banget pesan yang terkandung di dalamnya! Entah judulnya "I'M NOT STUPID 2" atau "I'M NOT STUPID TOO" yang jelas bisa bikin kita ngakak! Sayang banget diputarnya nggak sampai habis... pokoknya aku mau cari itu film 'n kutonton sampai habis! Hohoho... XD
Dan sekarang... mulai menjalani kehidupan sebagai siswi SMA dengan tugas 'n kegiatan yang berjubel ( hidup ESCS! Paduan Suaranya kapan 'n kemana, nih?? ). Walau udah jadi siswi SMA, nggak lupa sama teman SMP, dong... bahkan rencananya StuFInE mau buka puasa bersama ( welcome back, Dewi! Andrin di Cilacap. Ikutan, nggak? ). Semoga jadi terlaksana...
Amiiin...!! X')
Dan juga untuk teman sekelasku, Rizka ( walau aku nggak tau kamu yang mana karena nggak hapal wajahmu. Maaf... hehehe...^^; ) yang lagi sakit Demam Berdarah 'n liver di Rumah Sakit Banyumas... semoga cepat sembuh, ya... maaf belum sempat jenguk. Titip salam rindu untukmu dari kelas X-7. Cepatlah sembuh 'n segera berkumpul kembali bersama kita.
Kami menunggumu...
Annyonghaseyo... lama nggak nge-blog. Miss U so much! Aku mau cerita-cerita, nih... banyak banget yang pengen ku ceritain jadi bingung harus mulai dari mana... mulai dari MOS dulu, yaa...
MOS ( Masa Orientasi Siswa )
Dimulai dari tanggal 12 Juli 2010-14 Juli 2010. Kegiatan rutin yang dilakukan tiap sekolah pada saat penerimaan murid baru. Melelahkan, pegal, capek, kesal, emosional, tapi... SERU!
Kenapa SERU?
Karena kami adalah X-4 alias SARON! Hohoho... untuk kelompok MOS-nya aku kebagian di Kelas X-4 ( Kelompok 4 ) yang beranggotakan 34 anak plus dua orang PK kami tersayang yang gokilnya tiada tandingan maupun bandingannya, yaitu Mas Fadil 'n Mba' Zee.
Diketuai oleh Iqbal Sanda Yuda ( Iqbal ) beserta sekretaris 'n bendaharanya, yaitu Aeni Hasna Alwy ( Nana ) 'n Anggi Nova Melfia ( Anggi )... [ bener, nggak, sih? Kelalen aku... hehehe... peace! ]
Ada juga si Anak Pantai ( aduh, lupa lagi nama aslinya... ), Shaolin Soccer alias Raqa, juru bicara kedua alias AMEP ( soalnya jubir pertamanya si Ketua alias Iqbal, hehehe... ), dll... truz kita dapet teman tambahan lagi dari Kelas Aksel, yaitu Renaldo Faisal Huda ( Aldo ). Aduh, Nak... Nak! :D
Saron sempat meraih gelar juara 1 yell-yell terbaik 'n juara 3 artikel terbaik ( Nadya, Tya... Alhamdulillah, usaha kita tak sia-sia! ) selama MOS ( give applause! Plok-plok-plok! ). Begini, nih, liriknya...
Sarooonnn...!!
Give me S!
Give me A!
Give me R!
Give me O!
Give me N!
Sarooonnn...
Imuuuttt...!!
--------> IWAK SEPAT <--------
( Ini Wakil Sepuluh Empat )

Truz kita juga ada jogednya... dengan meliuk-liukan tubuh membentuk kata "SARON", kompaklah sudah! Horeee... hari terakhir MOS juga sangat berkesan! Pas banget timing-nya, ada pelangi! Walau cuma tiga hari, tapi kebersamaan kita bener-bener... duh... pas kelasnya mau diacak serasa berat... thanks untuk Andhika yang udah ngedit foto Iwak Sepat! Walau cuma selembar, sangat berharga... Iwak sepat, I LOVE YOU! :')
Pengacakan Kelas... X-7!
Setelah selama tiga hari berada di X-4, pada akhirnya aku harus berpisah dengan kelas itu dan pindah ke kelas baru, X-7. Awalnya, aku merasa mandan asing... eeh... lama-lama terbiasa juga! Apalagi ada Gembong, kelas jadi riuh, hohoho... ketua kelas kita "Sammy Arwana" ( perpaduan antara Sammy Kerispatih 'n Tukul Arwana ), lho! Sekretarisnya si Hasbi ( eeaa... Hasbi... ihiiy... dicari Gembong, tuh! :D ). Truz ada juga Yayas alias Rias, Farah Amani ( jadi ingat Farah Noor Azizah. Farah, how are you? ), Aulia si Nona Laundry *squeeze the lemon*, "Root.ME" alias Rukmi, Penny alias ****** atau Penny S. Temat ( sabar, ya, Nak! Jangan dengarkan kata-kata Gembong! Hohoho... ), Isabella ( kucing! ), "Yulita Palar", MbaJa alias Lis, Umar si Unta Arab, Haidar ( Hai... Hai... Hai... :D ), Gotfried si "Kambing Goreng" ( peace! Hehehe...^^; ), Woro ( Woro rela... hoo... Woro rela :D ), Dilla si Salem, Bagus si Jawa, dll... ini kelas kacau bin balau tapi selalu penuh tawa, deh! Hahaha... :D
SBR [ Sehari Bersama Rohis ( Rohani Islam ) ]
Sebelumnya, ada PTA ( Penerimaan Tamu Ambalan ) tapi aku nggak bisa ikut karena sakit... masuk angin... huhuhu... padahal pengen banget ikut, tuh... ya udah, berusaha untuk sembuh 'n akhirnya sembuh juga [ makasih banyak, Ya Allah! :') ], akhirnya bisa ikut SBR, deh...
SBR dilaksanakan mulai dari tanggal 24 Juli 2010-25 Juli 2010. Acaranya seru ( apalagi pas Liqo'... blak-blakan, hehehe... makasih atas semuanya, ya, Mba'... *belajar untuk kembali ke jalan-Nya* maafkan aku selama ini, Ya Allah... )! Kalau pas materi suka "mandan" ngantuk, sih, hehehe ( maaf )... tapi ada acara hipnotis segala sama Mas Iqbal, lho! Iqbal si Ketua ikutan juga ( Duo Iqbal, hohoho... ). Entah beneran apa bohongan yang jelas si Iqbal jadi kayak bocah hilang. Makasih, Mas Iqbal... entertaining banget!
Dan puncaknya... yang awalnya pada ngantuk 'n kebelet tidur jadi pada melek lagi ( bahkan sampai nggak mau tidur )... jreeeng! Nonton film! Asyiiikk...!! Film Cina, sih... tapi kocak abis 'n banyak banget pesan yang terkandung di dalamnya! Entah judulnya "I'M NOT STUPID 2" atau "I'M NOT STUPID TOO" yang jelas bisa bikin kita ngakak! Sayang banget diputarnya nggak sampai habis... pokoknya aku mau cari itu film 'n kutonton sampai habis! Hohoho... XD
Dan sekarang... mulai menjalani kehidupan sebagai siswi SMA dengan tugas 'n kegiatan yang berjubel ( hidup ESCS! Paduan Suaranya kapan 'n kemana, nih?? ). Walau udah jadi siswi SMA, nggak lupa sama teman SMP, dong... bahkan rencananya StuFInE mau buka puasa bersama ( welcome back, Dewi! Andrin di Cilacap. Ikutan, nggak? ). Semoga jadi terlaksana...
Amiiin...!! X')
Dan juga untuk teman sekelasku, Rizka ( walau aku nggak tau kamu yang mana karena nggak hapal wajahmu. Maaf... hehehe...^^; ) yang lagi sakit Demam Berdarah 'n liver di Rumah Sakit Banyumas... semoga cepat sembuh, ya... maaf belum sempat jenguk. Titip salam rindu untukmu dari kelas X-7. Cepatlah sembuh 'n segera berkumpul kembali bersama kita.
Kami menunggumu...
Thursday, June 10, 2010
Alhamdulillah... Terima Kasih, Ya Allah! :')
Dengan segenap rasa syukur yang tak mungkin bisa ku ungkapkan maupun ku lukiskan lebih jauh dengan kata-kata...
TERIMA KASIH, YA ALLAH!
Alhamdulillah...
Nggak nyangka, aku berhasil masuk SmanSa!
Yaa... walaupun ranking 126 dari 240-an siswa yang diterima di sana...
Ah, tak apalah!
Yang penting... aku bisa dan berhasil masuk sana.
Sekarang, ada yang lebih darurat lagi, niiih...
Pulsa habis ( gubrak! ).
Pendaftaran ulangnya cuma dari tanggal 11-12 Juni 2010...
Serta harus disertai fotokopian ijazah/STTB, SKHUN, dan akte kelahiran...
Padahal ijazahnya baru keluar hari Senin, 14 Juni 2010.
Ya udah, deh... besok aku 'n mamaku usaha aja "sedikit" mendesak Pak Sigit buat pinjam ijazahnya bentar untuk difotokopi sebelum pendaftaran ulang, hehehe ( maaf, ya, Pak )...
Berarti besok udah harus kelar...
Karena Sabtunya ( tanggal 12 ) aku mau liburan ke Purbalingga sama StuFInE + Pak Sigit!
Yuhuuu... semoga semuanya lancar, yah!
Amiiin...!! X')
Untuk teman-teman yang nggak diterima...
Sabar, ya... bukan berarti semuanya akan berakhir sampai di sini, kok.
Aku yakin kalian pasti tetap bisa melangkah untuk menjadi lebih maju...
Dan... kita tetap berteman pastinya.
Iya, kan?
Aku sayang kalian. :')
Tuhan, Kau tau?
Betapa besar karunia-Mu...
Yang kau limpahkan tiap waktu padaku...
Ajarkan aku cara menikmati tiap rasa syukur yang Kau berikan padaku...
Dan menggunakannya dengan baik...
Agar semuanya tidak sia-sia...
Dan bisa menjadi satu langkah... demi selangkah...
Untuk menjadi dewasa.
Sekali lagi...
TERIMA KASIH BANYAK, YA ALLAH! :')
TERIMA KASIH, YA ALLAH!
Alhamdulillah...
Nggak nyangka, aku berhasil masuk SmanSa!
Yaa... walaupun ranking 126 dari 240-an siswa yang diterima di sana...
Ah, tak apalah!
Yang penting... aku bisa dan berhasil masuk sana.
Sekarang, ada yang lebih darurat lagi, niiih...
Pulsa habis ( gubrak! ).
Pendaftaran ulangnya cuma dari tanggal 11-12 Juni 2010...
Serta harus disertai fotokopian ijazah/STTB, SKHUN, dan akte kelahiran...
Padahal ijazahnya baru keluar hari Senin, 14 Juni 2010.
Ya udah, deh... besok aku 'n mamaku usaha aja "sedikit" mendesak Pak Sigit buat pinjam ijazahnya bentar untuk difotokopi sebelum pendaftaran ulang, hehehe ( maaf, ya, Pak )...
Berarti besok udah harus kelar...
Karena Sabtunya ( tanggal 12 ) aku mau liburan ke Purbalingga sama StuFInE + Pak Sigit!
Yuhuuu... semoga semuanya lancar, yah!
Amiiin...!! X')
Untuk teman-teman yang nggak diterima...
Sabar, ya... bukan berarti semuanya akan berakhir sampai di sini, kok.
Aku yakin kalian pasti tetap bisa melangkah untuk menjadi lebih maju...
Dan... kita tetap berteman pastinya.
Iya, kan?
Aku sayang kalian. :')
Tuhan, Kau tau?
Betapa besar karunia-Mu...
Yang kau limpahkan tiap waktu padaku...
Ajarkan aku cara menikmati tiap rasa syukur yang Kau berikan padaku...
Dan menggunakannya dengan baik...
Agar semuanya tidak sia-sia...
Dan bisa menjadi satu langkah... demi selangkah...
Untuk menjadi dewasa.
Sekali lagi...
TERIMA KASIH BANYAK, YA ALLAH! :')
Friday, June 4, 2010
Wah, Ternyata...
My e-Diary...
Nggak nyangka, euy!
Kalau Kak Sherina dan Kak Raditya Dika putus...
Aku aja baru tau beritanya baru-baru ini.
Bukannya maksud aku mau ngegosip, sih, tapi... yaa... aku kaget aja. Habisnya kukira mereka bakal langgeng.
Kak Sherina ngumumin di Twitter-nya ( 11 Mei 2010 ) 'n Kak Radith lewat blog-nya ( 12 Mei 2010 ).
Tujuh bulan...
Tujuh bulan!
Sedangkan aku yang delapan bulan ( plus enam belas hari ) aja udah nangis mewek-mewek sampai ingus nggak berhenti meler...!
Salut, deh, sama Kak Sherina!
Biar udah putus gimana gitu, tetap semangat kerja dan berkarya. Dan juga nggak pernah mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan ( kecuali mencampurkannya dituangkan lewat lagu ).
Nah, bukti "power"-nya sebagai seorang Sherina yang ( dalam pandanganku ) "Wonder Woman", tuh, single ketiga dari album Gemininya udah keluar... dan udah kelar video klipnya.
Pergilah kau.
Pergi dari hidupku.
Bawalah semua rasa bersalahmu.
Pergilah kau.
Pergi dari hidupku.
Bawalah rahasiamu yang tak ingin ku tahui.
Bagus, lho, Kak! Lagunya keren dan "mengena"! Video klipnya juga beda banget dari biasanya...!
Tetap semangat berkarya, ya, Kak!
Aku akan terus jadi penggemar Kakak... yang akan selalu mendukung Kakak tentunya ( walau tak terlihat, hehehe...^^ )
Nah, aku juga... harus terus menatap ke depan.
Ya Allah, bimbinglah aku...
Nah, Betty La Lia... semangat! :')
[ Bett + Ted = betet *ngakak* :D ]
Nggak nyangka, euy!
Kalau Kak Sherina dan Kak Raditya Dika putus...
Aku aja baru tau beritanya baru-baru ini.
Bukannya maksud aku mau ngegosip, sih, tapi... yaa... aku kaget aja. Habisnya kukira mereka bakal langgeng.
Kak Sherina ngumumin di Twitter-nya ( 11 Mei 2010 ) 'n Kak Radith lewat blog-nya ( 12 Mei 2010 ).
Tujuh bulan...
Tujuh bulan!
Sedangkan aku yang delapan bulan ( plus enam belas hari ) aja udah nangis mewek-mewek sampai ingus nggak berhenti meler...!
Salut, deh, sama Kak Sherina!
Biar udah putus gimana gitu, tetap semangat kerja dan berkarya. Dan juga nggak pernah mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan ( kecuali mencampurkannya dituangkan lewat lagu ).
Nah, bukti "power"-nya sebagai seorang Sherina yang ( dalam pandanganku ) "Wonder Woman", tuh, single ketiga dari album Gemininya udah keluar... dan udah kelar video klipnya.
Pergilah kau.
Pergi dari hidupku.
Bawalah semua rasa bersalahmu.
Pergilah kau.
Pergi dari hidupku.
Bawalah rahasiamu yang tak ingin ku tahui.
Bagus, lho, Kak! Lagunya keren dan "mengena"! Video klipnya juga beda banget dari biasanya...!
Tetap semangat berkarya, ya, Kak!
Aku akan terus jadi penggemar Kakak... yang akan selalu mendukung Kakak tentunya ( walau tak terlihat, hehehe...^^ )
Nah, aku juga... harus terus menatap ke depan.
Ya Allah, bimbinglah aku...
Nah, Betty La Lia... semangat! :')
[ Bett + Ted = betet *ngakak* :D ]
Wednesday, June 2, 2010
( Still ) About Chasing Liberty
Hay, hay, hayy... (^o^)
Aku lagi seneng, nih... tadi ditemenin Ummi ngobrol sampai setengah hari 'n sampai lupa makan siang. Tapi seru banget! Setidaknya saya jadi merasa terhibur dan jadi ada kerjaan, deh... hahaha... kita juga ngomongin Chasing Liberty *promosi*, wkwkwk... pokoknya, kalau kamu nonton itu nggak bakal nyesel, deh, Mi! Matthew Goode cakep, lho... hihihi...^^
Kali ini... aku mau taruh video salah satu soundtrack kesukaanku dari Chasing Liberty, judulnya To Be With You by Caroline Lost. Liriknya daleeemm... banget... menyentuh, daahh... love this! X')
Wanted you
To take me as I am
Through and through
It's love me if you can
Could you hold me
Know me... show me you care...
Then I'd go anywhere
To be with you
I'd go anywhere
To be with you
You and I
So pretty in disguise
Tell me lies
And I will shut my eyes
If you hold me
Know me... show me you care...
Then I'd go anywhere
I'd go everywhere
To be with you
To be with you
Aku lagi seneng, nih... tadi ditemenin Ummi ngobrol sampai setengah hari 'n sampai lupa makan siang. Tapi seru banget! Setidaknya saya jadi merasa terhibur dan jadi ada kerjaan, deh... hahaha... kita juga ngomongin Chasing Liberty *promosi*, wkwkwk... pokoknya, kalau kamu nonton itu nggak bakal nyesel, deh, Mi! Matthew Goode cakep, lho... hihihi...^^
Kali ini... aku mau taruh video salah satu soundtrack kesukaanku dari Chasing Liberty, judulnya To Be With You by Caroline Lost. Liriknya daleeemm... banget... menyentuh, daahh... love this! X')
Wanted you
To take me as I am
Through and through
It's love me if you can
Could you hold me
Know me... show me you care...
Then I'd go anywhere
To be with you
I'd go anywhere
To be with you
You and I
So pretty in disguise
Tell me lies
And I will shut my eyes
If you hold me
Know me... show me you care...
Then I'd go anywhere
I'd go everywhere
To be with you
To be with you
Thursday, May 27, 2010
Sudahlah...
Sudahlah...
Aku lelah.
Tes masuk SmanSa-nya susah banget...
Nyaliku ciut, aku rasa aku nggak ada peluang untuk masuk.
Aku benar-benar pesimis masuk SmanSa...
Wis Qonaah baelah...
Pasrah...
Siap-siap saja...
Lari.
Ke SmaLa kalau nggak SmaPa.
Berarti, berkas-berkasnya sudah harus ku siapkan dari sekarang.
Ya Allah...
Tenangkan hatiku saat melihat pengumuman nanti.
Lapangkan dadaku dalam menerima segala kenyataan yang ada.
Tolong bantu aku mengikhlaskan... menerima apa adanya.
Amin...
Sekedar catatan kecil untukmu :
Maaf...
Sepertinya aku tak akan diterima di SmanSa...
Sekali lagi maaf.
Aku lelah.
Tes masuk SmanSa-nya susah banget...
Nyaliku ciut, aku rasa aku nggak ada peluang untuk masuk.
Aku benar-benar pesimis masuk SmanSa...
Wis Qonaah baelah...
Pasrah...
Siap-siap saja...
Lari.
Ke SmaLa kalau nggak SmaPa.
Berarti, berkas-berkasnya sudah harus ku siapkan dari sekarang.
Ya Allah...
Tenangkan hatiku saat melihat pengumuman nanti.
Lapangkan dadaku dalam menerima segala kenyataan yang ada.
Tolong bantu aku mengikhlaskan... menerima apa adanya.
Amin...
Sekedar catatan kecil untukmu :
Maaf...
Sepertinya aku tak akan diterima di SmanSa...
Sekali lagi maaf.
Saturday, May 22, 2010
"PRAMBANAN FENOMENA DI BALIK BALADA CINTA"
Wisuda Purna dan Perpisahan Kelas IX SMP N 1 Purwokerto Tahun Ajaran 2009-2010...
Deg-degan! Tadi sempat deg-degan pas naik panggung buat dikalungin... apa, tuh, semacam medali, ya? Hehehe...
Takut jatuh atau salah tingkah.
Tapi, Alhamdulillah... lancar. Hehehe...^^
Lita, Vendra, 'n Eda dapet juara, lho! Masuk 10 besar nilai UN tertinggi di SPeNSa Pwt!
Waaww... selamat, yaa... plok-plok-plok!
Hebat! ;)
Dan... yang bikin kesal itu... kakiku lecet! Wah, parah... kacau! Akhirnya beli Hansaplast di wartel dekat sekolah... kelingking kanan-kiri 'n jempol kanan. Tapi, yang lain sepertinya segera menyusul! Gawat! Jangan sampai yang lain ikutan lecet juga! Aku udah nggak ada uang buat beli Hansaplaaast...!!
Jadi langsung jalan cepat-cepat ke sekolah buat ganti sepatu.
Hufft... lega. Begini, nih, kalau nggak biasa pakai sepatu hak tinggi. Kaki pada pegal-pegal 'n lecet-lecet! Hahaha...
Nah, memasuki acara perpisahan... aku ganti baju.
Aduh, gawat! Kepalaku nggak bisa masuk! Sanggulku terlalu besar! Aku panik sendirian di kamar mandi...
Truz aku mikir : Jalan satu-satunya hanyalah melepas sanggul ini.
Padahal aku tau ini full of hairspray 'n begitu dilepas jepit-jepitnya pasti rambutku langsung kayak orang habis kesetrum.
Tapi, ah... bodo amat! Akhirnya aku minta tolong Dewi Irbaya. Makasih, ya, Wi... :)
Setelah aku ngaca...
Nah, bener, kan, penampilanku jadi kayak singa?
Ada yang bilang kayak Mak Lampir pula.
Hahaha... nggak apa-apalah, kenangan! Hehehe... habis itu rambutnya kubasuh dengan air 'n ku rapikan sebisa mungkin truz kuikat. Makasih atas karetnya, Yusi... sangat terbantu! X)
Habis itu aku laksanakan tugasku sebagai seksi dokumentasi ditemani si Inka.
Maaf, ya, Pak Tyo 'n Bu Anas kalau hasil fotonya jelek ( ada foto penjual pizza-nya pula! )... maklum, amatir... hehehe...^^;
Nah, pas pengumuman karya tulis...
Aku deg-degan. Si Inka juga deg-degan.
Tapi, pas diumumin yang juara-juara pada yang ke Bali semua...
Ya udah, kukira yang juara 1 juga yang study tour ke Bali...
Jadi, aku langsung siap-siap mau maju buat motret para pemenangnya... lumayan, motret Laras 'n Hilaria Arum juga, hehehe...
Pas aku mau berdiri, eeh...
Bu Masri ngumumin... pemenang juara 1-nya karya tulis yang berjudul "PRAMBANAN FENOMENA DI BALIK BALADA CINTA" KARYA AMALIA PRAMESTIARINI DAN CHINKA DESVANIA!
Duar! Dag-dig-dug...
Menang!
Nggak nyangka...
Seneng banget!
Hahaha... niatnya mau motret malah dipotret.
Begitu turun panggung, kakiku nggak bisa berhenti gemetaran.
Eeh... malah jatuhin nasi orang! Gubrak! Sosisnya bertebaran!
Akhirnya aku langsung lari-lari buat ambil gantinya.
( Ria, kalau orangnya muncul... jangan bilang-bilang, yah, kalau aku yang jatuhin nasinya... hehehe... peace! ^^; )
Hahaha... kenanganku bertambah lagi.
Alhamdulillah... terima kasih, Ya Allah! X')
Dan untuk teman-teman semuanya...
Jangan lupakan aku, ya...
LOVE YOU ALL. :')
Sekali lagi... terima kasih, Ya Allah! :')
Deg-degan! Tadi sempat deg-degan pas naik panggung buat dikalungin... apa, tuh, semacam medali, ya? Hehehe...
Takut jatuh atau salah tingkah.
Tapi, Alhamdulillah... lancar. Hehehe...^^
Lita, Vendra, 'n Eda dapet juara, lho! Masuk 10 besar nilai UN tertinggi di SPeNSa Pwt!
Waaww... selamat, yaa... plok-plok-plok!
Hebat! ;)
Dan... yang bikin kesal itu... kakiku lecet! Wah, parah... kacau! Akhirnya beli Hansaplast di wartel dekat sekolah... kelingking kanan-kiri 'n jempol kanan. Tapi, yang lain sepertinya segera menyusul! Gawat! Jangan sampai yang lain ikutan lecet juga! Aku udah nggak ada uang buat beli Hansaplaaast...!!
Jadi langsung jalan cepat-cepat ke sekolah buat ganti sepatu.
Hufft... lega. Begini, nih, kalau nggak biasa pakai sepatu hak tinggi. Kaki pada pegal-pegal 'n lecet-lecet! Hahaha...
Nah, memasuki acara perpisahan... aku ganti baju.
Aduh, gawat! Kepalaku nggak bisa masuk! Sanggulku terlalu besar! Aku panik sendirian di kamar mandi...
Truz aku mikir : Jalan satu-satunya hanyalah melepas sanggul ini.
Padahal aku tau ini full of hairspray 'n begitu dilepas jepit-jepitnya pasti rambutku langsung kayak orang habis kesetrum.
Tapi, ah... bodo amat! Akhirnya aku minta tolong Dewi Irbaya. Makasih, ya, Wi... :)
Setelah aku ngaca...
Nah, bener, kan, penampilanku jadi kayak singa?
Ada yang bilang kayak Mak Lampir pula.
Hahaha... nggak apa-apalah, kenangan! Hehehe... habis itu rambutnya kubasuh dengan air 'n ku rapikan sebisa mungkin truz kuikat. Makasih atas karetnya, Yusi... sangat terbantu! X)
Habis itu aku laksanakan tugasku sebagai seksi dokumentasi ditemani si Inka.
Maaf, ya, Pak Tyo 'n Bu Anas kalau hasil fotonya jelek ( ada foto penjual pizza-nya pula! )... maklum, amatir... hehehe...^^;
Nah, pas pengumuman karya tulis...
Aku deg-degan. Si Inka juga deg-degan.
Tapi, pas diumumin yang juara-juara pada yang ke Bali semua...
Ya udah, kukira yang juara 1 juga yang study tour ke Bali...
Jadi, aku langsung siap-siap mau maju buat motret para pemenangnya... lumayan, motret Laras 'n Hilaria Arum juga, hehehe...
Pas aku mau berdiri, eeh...
Bu Masri ngumumin... pemenang juara 1-nya karya tulis yang berjudul "PRAMBANAN FENOMENA DI BALIK BALADA CINTA" KARYA AMALIA PRAMESTIARINI DAN CHINKA DESVANIA!
Duar! Dag-dig-dug...
Menang!
Nggak nyangka...
Seneng banget!
Hahaha... niatnya mau motret malah dipotret.
Begitu turun panggung, kakiku nggak bisa berhenti gemetaran.
Eeh... malah jatuhin nasi orang! Gubrak! Sosisnya bertebaran!
Akhirnya aku langsung lari-lari buat ambil gantinya.
( Ria, kalau orangnya muncul... jangan bilang-bilang, yah, kalau aku yang jatuhin nasinya... hehehe... peace! ^^; )
Hahaha... kenanganku bertambah lagi.
Alhamdulillah... terima kasih, Ya Allah! X')
Dan untuk teman-teman semuanya...
Jangan lupakan aku, ya...
LOVE YOU ALL. :')
Sekali lagi... terima kasih, Ya Allah! :')
Thursday, May 20, 2010
Aku Hanya Ingin Bertanya : KENAPA?
KENAPA?
Sebuah pertanyaan yang selalu menggelayut dalam benakku.
Tidak bisakah aku mengambil jalan lurus?
Atau...
Tidak bisakah kau mengerti aku?
Kenapa?
Memangnya kenapa kalau air mataku tak bisa dihentikan?
Tiap kali aku melihatmu, rasanya aku ingin pergi saja... menghindarimu.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap waktu...
Tak bisakah kau kosongkan ruang di hatiku yang selalu penuh dengan kenangan-kenangan akan dirimu?
Terlalu puitis? Mungkin...
Kalau begitu maaf... "MAAF", hanya itu yang bisa ku katakan padamu.
Setiap aku melihatmu, menatapmu...
Bibirku kelu. Tak bisa bicara sepatah kata pun.
Yang ada hanya senyum. Tersenyum kecil... sambil bertanya-tanya...
"Masihkah kau ingat akan semua itu? Tak adakah yang tersisa satu pun tentangku dalam dirimu?"
Setiap kali aku mengingatmu.
Setiap kali itu pula aku terjatuh.
Luka batin yang tak tertahankan.
Tapi, tak ada artinya juga aku menangis.
Karena aku sudah hilang dari hidupmu.
Setiap aku bertemu denganmu, berbicara denganmu...
Tak terbendung kata "maaf" ingin terus mengalir deras dari mulutku...
Maaf, maaf...
Maaf aku belum bisa melupakanmu.
Maaf aku belum bisa berhenti menangis.
Maaf aku selalu melihat ke belakang.
Maaf aku selalu membuatmu susah.
Dan maaf karena aku mengingkari janji, aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu.
Karena dengan adanya perasaan ini...
Aku belum bisa menganggapmu sahabat, belum...
Sampai sekarang...
Sulit rasanya...
"Rasa" itu tak akan pernah lenyap dalam sekejap.
Masih bisa ku rasakan bagaimana kamu memanggil namaku.
Sambil menepuk pundak kananku.
"Li...", begitu ucapmu.
Dan terkadang aku pun masih bisa merasakannya walau kau tak lagi bersamaku.
Dan ketika aku merasakannya...
Merasakan kehadiranmu.
Panggilan darimu.
Aku menoleh...
Mencarimu.
Tapi tak ku temukan dirimu yang selalu membekas dalam ingatanku.
Aku...
Selalu...
Ingin menangis.
Ingin berlutut.
Maaf...
Benar-benar maaf.
...Dan KENAPA?
*Maaf aku tidak bisa jadi sahabat yang baik untukmu*
Sebuah pertanyaan yang selalu menggelayut dalam benakku.
Tidak bisakah aku mengambil jalan lurus?
Atau...
Tidak bisakah kau mengerti aku?
Kenapa?
Memangnya kenapa kalau air mataku tak bisa dihentikan?
Tiap kali aku melihatmu, rasanya aku ingin pergi saja... menghindarimu.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap waktu...
Tak bisakah kau kosongkan ruang di hatiku yang selalu penuh dengan kenangan-kenangan akan dirimu?
Terlalu puitis? Mungkin...
Kalau begitu maaf... "MAAF", hanya itu yang bisa ku katakan padamu.
Setiap aku melihatmu, menatapmu...
Bibirku kelu. Tak bisa bicara sepatah kata pun.
Yang ada hanya senyum. Tersenyum kecil... sambil bertanya-tanya...
"Masihkah kau ingat akan semua itu? Tak adakah yang tersisa satu pun tentangku dalam dirimu?"
Setiap kali aku mengingatmu.
Setiap kali itu pula aku terjatuh.
Luka batin yang tak tertahankan.
Tapi, tak ada artinya juga aku menangis.
Karena aku sudah hilang dari hidupmu.
Setiap aku bertemu denganmu, berbicara denganmu...
Tak terbendung kata "maaf" ingin terus mengalir deras dari mulutku...
Maaf, maaf...
Maaf aku belum bisa melupakanmu.
Maaf aku belum bisa berhenti menangis.
Maaf aku selalu melihat ke belakang.
Maaf aku selalu membuatmu susah.
Dan maaf karena aku mengingkari janji, aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu.
Karena dengan adanya perasaan ini...
Aku belum bisa menganggapmu sahabat, belum...
Sampai sekarang...
Sulit rasanya...
"Rasa" itu tak akan pernah lenyap dalam sekejap.
Masih bisa ku rasakan bagaimana kamu memanggil namaku.
Sambil menepuk pundak kananku.
"Li...", begitu ucapmu.
Dan terkadang aku pun masih bisa merasakannya walau kau tak lagi bersamaku.
Dan ketika aku merasakannya...
Merasakan kehadiranmu.
Panggilan darimu.
Aku menoleh...
Mencarimu.
Tapi tak ku temukan dirimu yang selalu membekas dalam ingatanku.
Aku...
Selalu...
Ingin menangis.
Ingin berlutut.
Maaf...
Benar-benar maaf.
...Dan KENAPA?
*Maaf aku tidak bisa jadi sahabat yang baik untukmu*
Sunday, May 9, 2010
Terkadang...
Terkadang...
Aku suka berpikir...
Benarkah yang ku lakukan ini?
Tepatkah tindakan yang kuambil ini?
Kalau...
Kalau saja...
Aku selalu melangkah dengan ringannya.
Tak berpikir apapun.
Tak merisaukan hal ini-itu.
Tentu aku tak akan serumit ini.
Tapi itu tak mungkin.
Justru inilah salah satu hal yang harus ku syukuri :
PEMIKIRAN
yang harus dilandasi dengan KEBAIKAN
serta KEYAKINAN
( juga KESADARAN, pastinya... )
Tapi...
( Kenapa masih dan selalu ada kata "tapi"...?? )
Entah kenapa...
Dan entah apa yang terjadi...
Sepertinya...
Di setiap langkah yang kuambil...
Aku selalu merasa bersalah.
Kenapa, ya?
Setiap aku berdo'a...
Rasanya jarang sekali aku bisa khusyuk.
Bukan maksudku main-main, Ya Allah...
Tapi...
Kenapa aku selalu dan terlalu banyak meminta?
Ya Allah...
Jangan marah, ya...
Jangan hukum aku...
Sebab aku tau kuasa-Mu tiada batasnya...
Dan akan sangat menakutkan bagiku...
Apabila aku menerima hukuman dari-Mu.
Kapan aku bisa sadar...
Jadi lebih dewasa...
Dan bisa jadi lebih baik lagi, ya?
Aku suka berpikir...
Benarkah yang ku lakukan ini?
Tepatkah tindakan yang kuambil ini?
Kalau...
Kalau saja...
Aku selalu melangkah dengan ringannya.
Tak berpikir apapun.
Tak merisaukan hal ini-itu.
Tentu aku tak akan serumit ini.
Tapi itu tak mungkin.
Justru inilah salah satu hal yang harus ku syukuri :
PEMIKIRAN
yang harus dilandasi dengan KEBAIKAN
serta KEYAKINAN
( juga KESADARAN, pastinya... )
Tapi...
( Kenapa masih dan selalu ada kata "tapi"...?? )
Entah kenapa...
Dan entah apa yang terjadi...
Sepertinya...
Di setiap langkah yang kuambil...
Aku selalu merasa bersalah.
Kenapa, ya?
Setiap aku berdo'a...
Rasanya jarang sekali aku bisa khusyuk.
Bukan maksudku main-main, Ya Allah...
Tapi...
Kenapa aku selalu dan terlalu banyak meminta?
Ya Allah...
Jangan marah, ya...
Jangan hukum aku...
Sebab aku tau kuasa-Mu tiada batasnya...
Dan akan sangat menakutkan bagiku...
Apabila aku menerima hukuman dari-Mu.
Kapan aku bisa sadar...
Jadi lebih dewasa...
Dan bisa jadi lebih baik lagi, ya?
Friday, April 30, 2010
14 Agustus 2009-30 April 2010
Delapan bulan...
Delapan bulan enam belas hari...
Malam ini, kami berdua sepakat...
Untuk menjadi "BEST FRIEND".
Tak apa, tak apa...
Dengan begini jadi lebih tenang dan lebih pasti...
Dan tentunya tak ada beban.
Dan aku juga berjanji ( Insya Allah ) tak akan menangis lagi.
Kita penuhi janji, ya...
Untuk tetap mengalunkan cinta persahabatan...
Yang tak akan pernah putus.
Yang tak akan pernah lekang oleh waktu.
Dan akan selalu mengalir deras dalam kehidupan kita.
Aku sayang kamu,
Sahabatku... :')
[ Euy, kamu baca blog-ku, ya?? Kukira kamu udah nggak pernah baca blog-ku lagi... aku kaget tau pas kamu bilang "Makasih atau tulisan di blog U ya!" lewat SMS...! But, thanks a lot! Hahaha... XD ]

O ya, jadi ingat lagu Graduation ( Friends Forever ) by Vitamin C... nama penyanyinya unik, ya?? Lagu ini mengingatkan aku tentang masa-masa di LIA, khususnya bersama Ma'am Erna... dan juga mengingatkan aku pada teman-temanku... semuanya... kenangan-kenangan ini... sebelum kelulusan... tak akan pernah ku lupakan... selamanya.
And this is the lyric...
And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won't be coming back
No more hanging out cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real cool
Stay at home talking on the telephone with me
We'd get so excited, we'd get so scared
Laughing at our selves thinking life's not fair
And this is how it feels
Chorus :
As we go on, we remember
All the times we had together
And as our lives change, come whatever
We will still be, friends forever
So if we get the big jobs and we make the big money
When we look back now, will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels
Repeat Chorus
La, la, la, la... yeah, yeah, yeah
La, la, la, la... we will still be friends forever
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there? Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
Repeat Chorus ( 3x )
Delapan bulan enam belas hari...
Malam ini, kami berdua sepakat...
Untuk menjadi "BEST FRIEND".
Tak apa, tak apa...
Dengan begini jadi lebih tenang dan lebih pasti...
Dan tentunya tak ada beban.
Dan aku juga berjanji ( Insya Allah ) tak akan menangis lagi.
Kita penuhi janji, ya...
Untuk tetap mengalunkan cinta persahabatan...
Yang tak akan pernah putus.
Yang tak akan pernah lekang oleh waktu.
Dan akan selalu mengalir deras dalam kehidupan kita.
Aku sayang kamu,
Sahabatku... :')
[ Euy, kamu baca blog-ku, ya?? Kukira kamu udah nggak pernah baca blog-ku lagi... aku kaget tau pas kamu bilang "Makasih atau tulisan di blog U ya!" lewat SMS...! But, thanks a lot! Hahaha... XD ]

O ya, jadi ingat lagu Graduation ( Friends Forever ) by Vitamin C... nama penyanyinya unik, ya?? Lagu ini mengingatkan aku tentang masa-masa di LIA, khususnya bersama Ma'am Erna... dan juga mengingatkan aku pada teman-temanku... semuanya... kenangan-kenangan ini... sebelum kelulusan... tak akan pernah ku lupakan... selamanya.
And this is the lyric...
And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won't be coming back
No more hanging out cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real cool
Stay at home talking on the telephone with me
We'd get so excited, we'd get so scared
Laughing at our selves thinking life's not fair
And this is how it feels
Chorus :
As we go on, we remember
All the times we had together
And as our lives change, come whatever
We will still be, friends forever
So if we get the big jobs and we make the big money
When we look back now, will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels
Repeat Chorus
La, la, la, la... yeah, yeah, yeah
La, la, la, la... we will still be friends forever
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there? Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
Repeat Chorus ( 3x )
Wednesday, April 28, 2010
OFF...?

Demi Allah, aku nggak nyangka bakal kayak gini jadinya...
( Tapi emang dari awal firasatku udah nggak enak, sih... )
Maksduku ngasih tau kamu, karena aku mau kamu tau tentang hal ini langsung dari aku... bukan dari orang lain, karena aku takut nantinya kamu akan tambah kecewa sama aku.
Maksudku ngasih tau kamu, supaya kamu ngerti kalau aku itu ya seperti ini... nggak bisa membohongi mamaku, karena aku mau jadi anak yang jujur dan bisa dipercaya mamaku.
Maksudku ngasih tau kamu, bukan karena ingin merusak mood-mu, tapi karena aku benar-benar sayang sama kamu ( dan juga keluargaku, pastinya... ).
Sayang...
Ku katakan sekali lagi, Mam'sh emang awalnya rada-rada "mandan" gimanaaa... gitu sama aku. Tapi, lama-lama Mam'sh ngerti dan udah mulai bisa terima kamu. Bahkan pas beliau kuajak bercanda tentang kamu, Mam'sh udah nggak kenapa-kenapa, malah ikut tertawa dan senyum-senyum.
Sekarang...
Kamu malah mau mundur?
Off?
Memintaku untuk menunggu dua tahun lamanya?
Oke! Biar seratus tahun juga bakal ku jabanin juga, tapi begitu kutanya sekali lagi...
Kamu jawab, "Tapi nggak tau, ding..."
Demi Allah, dunia serasa mau runtuh!
Air mataku mulai mengalir.
Ya Allah, kok malah gini jadinya...?
Kamu marah sama aku? Bilang!
Kamu kecewa sama aku? Bilang!
Kamu kaget dengan tindakanku ini? Bilang!
Jangan digantung begini... jadi nggak jelas.
Okelah, aku minta maaf... aku emang salah. Udah bikin kamu kaget, marah, kecewa, bahkan mungkin sampai kamu nggak mau maafin aku tapi tolong...
Kasih aku kesempatan.
Jangan bilang "OFF", jangan...
Aku udah bilang, nggak apa-apa... Mam'sh nggak mempermasalahkan hubungan kita, kok.
Makanya, please... sekali lagi, jangan sebut kata "OFF" itu lagi di depanku.
Karena aku sayang kamu... sayaaang banget...
D*I N******A A*****A.
*Still love U*
Sekali lagi,
aku benar-benar minta maaf.
Maafkan aku...
[ Tapi...
Kalau kamu emang benar-benar kita pengen "OFF"...
Ya udah, nggak apa-apa...
Aku ikhlas. Biarlah kamu merasa lega dan nggak banyak pikiran. Karena aku nggak mau hubungan ini malah merugikan kamu.
Tapi, ada satu permohonan terakhir. Penuhi, ya...
Kita tetap berteman, kan? Ya kan?
Jangan pernah putuskan hubungan ini... entah teman, sahabat... apapun itu bentuknya.
Janji jari kelingking... ya? ]
Subscribe to:
Posts (Atom)