Showing posts with label crush. Show all posts
Showing posts with label crush. Show all posts

Tuesday, May 1, 2012

Cinta = Ilusi?

Aku bingung harus mulai ngomong dari mana. Yang jelas, aku kesal sekesal-kesalnya. Tapi, yah... ini juga karena kesalahanku, sih. Berawal dari kejadian tanggal 25 Agustus 2011, dia nembak aku di depan teman-teman sekelas (X-7). Sebelumnya, aku udah dikasih tau kalau dia ada "rasa" sama aku. Waktu itu aku benar-benar kaget dan nggak nyangka... bisa-bisanya? Dan setelah kupikir matang-matang... Mungkin... aku juga SUKA dia. Jadi, waktu mau ada acara buka bersama dan teman-teman memaksaku ikut, aku yakin ada yang nggak beres. Feeling-ku mau ditembak. Dan... Oh My God. Feeling-ku benar. Aku nggak nyangka bakal ditembak dengan cara seperti itu. Benar-benar nggak nyangka. Saking nggak nyangkanya sampai-sampai aku nangis terharu. Saat itu juga aku bilang kalau aku juga suka sama dia. Tapi, orang tuaku melarangku pacaran. Jadi, ( dengan begonya ) aku tanya dia, "Kamu mau nunggu aku?" Dan dia setuju. Dan bodohnya lagi, aku nggak menjelaskan lebih lanjut arti dari "menunggu" itu. "Menunggu" yang kumaksud adalah apabila dalam proses menunggu itu dia menemukan yang lebih baik daripada aku, it's okay. Aku fine, kok. Nggak masalah, karena memang dari awal nggak ada ikatan di antara kita, kan? Dan yang lebih bodohnya lagi, aku nggak ngasih tau dia tentang perasaan suka yang aku rasakan. Buat aku ( terutama setelah belajar dari pengalaman yang telah lalu ), aku menganggap bahwa rasa suka itu adalah sesuatu yang wajar. Lagipula itu juga merupakan salah satu bagian dari kehidupan remaja, kan? Tapi, caraku menanggapinya beda dengan yang lainnya, yang biasanya langsung pada jalan bareng, mojok di mana-manalah, SMS-an, telepon-teleponan, dll... aku hanya menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar, yang biasa. It's normal if I had a feeling of him, tapi buatku itu yaa... "suka" yang sebatas "suka". Udah, itu aja. Nggak berlebihan. Tapi kamu tau, nggak apa yang dia lakukan? Gosip menyebar di mana-mana! Ada yang bilang aku pacaran sama dia udah satu bulan. Dan begitu aku tanya orang-orang tentang sumber berita nggak jelas itu, mereka bilang sumbernya dari si dia sendiri. What!? Kapan kita jadian!? Okelah, aku udah memprediksikan bakal ada gosip atau "kicauan" lainnya yang mengudara. Tapi, aku sama sekali nggak nyangka bakal separah ini. Berita darimana itu? Itu beneran dia yang nyebar-nyebarin? Kalau iya, GE-ER banget itu orang. Okay, aku mencoba sabar. Dan aku juga mencoba untuk memaklumi. Tapi ternyata nggak cuma itu aja... Dengan status-statusnya yang selalu mengudara alias up to date, isinya tentang cintaaa... semua. Oh, God... sekolah aja belum selesai, sebegitu seriusnya kamu memikirkan soal cinta? Sebegitu dalamnya kah? Jujur, perasaan kagum dan suka yang aku rasakan perlahan-lahan mulai luntur, bahkan berganti dengan perasaan ill-feel... sekaligus takut. Hey, cewek mana, sih, yang nggak takut kalau tau ada cowok yang suka sama dia sampai memaparkan segala hal yang si cowok rasakan di status? Kalaupun ada, paling cuma segelintir cewek alias minoritas. Dan sisanya? Sebagian besar cewek akan menjawab takut, ill-feel, bahkan lebih parahnya lagi si cowok bakal dianggap "stalker" atau terlalu ambisius. Aku udah coba menyindir secara halus lewat Twitter... Dia nggak ngerti ( atau sindiranku yang emang kurang "JLEB"? ). Aku udah coba berusaha kasih tau langsung ke dia kalau aku benar-benar nggak suka dengan "polah"-nya yang satu itu... Tapi ku batalkan. Aku nggak tega membayangkan wajahnya yang lagi berbunga-berbunga sampai sebegitu menggebu-gebunya tiba-tiba harus down berat. Akhirnya, aku minta tolong salah seorang sahabatku sebagai perantara... Sahabatku udah ngomong ( walaupun lewat chatting, sih... ), dan dia bilang kalau aku salah sangka. Katanya dia cuma nulis-nulis lagu di status-statusnya itu, bukan gombalan. Oh, maksudmu lirik-lirik lagu yang kamu tuliskan itu nggak ada maksud apa-apa selain benar-benar HANYA SEKEDAR menulis lagu? Oh, Boy! Kamu tau, nggak? Maksudmu itu bisa disalahpahami orang lain yang membaca status-statusmu itu! Okelah, itu hakmu untuk menuliskan apapun dalam statusmu. Aku sadar. Okelah, nggak seharusnya aku mengatur-ngatur kamu ataupun ikut campur mengenai hakmu dalam menuangkan "kreasi"-mu di statusmu. Aku tau. Tapi setidaknya bisa, nggak, kamu pergunakan hakmu itu secara bertanggung jawab? Maksudku, jangan sampai kamu pergunakan hakmu itu sampai orang lain merasa tidak nyaman. Mungkin kamu memang nggak bermaksud apa-apa, tapi status-statusmu itu bisa jadi "trending topic" karena disalahartikan orang lain, dan kemungkinan terburuknya adalah kamu akan mendapat label atau cap, alias julukan yang orang lain tujukan padamu berdasarkan pemikiran-pemikiran yang kamu tuangkan di statusmu tanpa kamu "filter" terlebih dahulu. Dan, please... bedakan mana hal privasi dan mana hal umum. Twitter itu bukan buku harian ( yah... tapi terserah, sih, kalau kamu memang menganggapnya sebagai buku harian. Yang penting jangan sampai meresahkan "warga" timeline lainnya ). Dan jujur, yah... maaf terkesan kasar, tapi inilah aku apa adanya. AKU PALING NGGAK SUKA SAMA COWOK TUKANG GOMBAL YANG TIDAK BISA MEMBEDAKAN MANA HAL YANG TERMASUK PRIVASI ATAU PRIBADI DAN MANA HAL YANG TERMASUK BOLEH DIUNGKAPKAN DI MUKA UMUM. Waktu itu kesabaranku udah benar-benar habis, apalagi semenjak kemunculan statusnya yang "itu". Akhirnya, setelah berdiskusi dan curhat sampai mewek-mewek ( lebay sekali saya ini ) dengan para sahabat, aku putuskan untuk ngomong langsung ke dia... Bahwa aku memang bersalah. Maafkan aku. Bahwa arti "menunggu" yang kumaksud bukan benar-benar suatu penantian yang seperti itu. "Menunggu"-ku bermaksud memberi kelonggaran padamu untuk tidak terikat padaku. Bahwa aku masih muda, dan masih banyak hal yang ingin kukejar serta butuh konsentrasi penuh. Pendidikan, pergaulan, nilai-nilai hidup, impian, tujuan hidup... Bahwa secara tidak langsung, aku memberitahukan tentang perasaanku yang sudah luntur. So, it's enough. We're friends now. Dan dia bilang bahwa dia nggak masalah, kita berteman. Tapi, dia ngomong dengan wajah yang lesu ( ya iyalah! ). Malamnya, dia nongol lagi di timeline. Kali ini, isi statusnya tentang kerelaannya melepaskan aku demi kebahagiaan aku. Bukan. Maksudku bukan hanya untuk kebahagiaanku, tapi juga untuk kebahagiaanmu. Yang ku harapkan adalah meskipun awalnya saling tersakiti, tapi kemudian kita bisa tetap berteman dan bahagia dengan jalan kita masing-masing. Dan dari kejadian ini juga, aku pengen kita berdua sama-sama memetik pelajaran bahwa di usia kita yang masih belia ini memang belum masanya untuk membicarakan hal yang complicated seperti cinta. Coba saja kau jabarkan, bisakah kau mendefinisikan arti cinta yang mendalam dan sesungguhnya, baik secara luas maupun simple-nya? Jangan pernah kau berani mengatakan cinta jika kau sendiri pun "salah jalur" dalam memahaminya. Tapi, seiring berjalannya timeline... Wah. Status-status galaunya mulai bermunculan. Dan untuk beberapa hari ke depan, status-status itu masih suka bermunculan. Oh, please. Kalau emang dari awal kamu bilang udah rela, ya udah. Jangan menambah kesalahpahaman orang lain. Aku tau kamu merasa sakit, tapi apa kamu kira aku juga nggak sakit? Di sini, aku terlihat sebagai pihak yang ( paling ) bersalah, dan itu rasanya menyakitkan. Semakin kamu menampakkan status-status galaumu itu, semakin merasa terpojoklah saya. Tapi, ya sudahlah... aku paham. Aku ngerti kenapa kamu menuliskan hal-hal itu. *Mengangguk-anggukkan kepala* Dan... Alhamdulillah, sekarang status-status seperti itu sudah jarang terlihat. Yang jadi masalah sekarang adalah gosip yang masih terus merebak, sampai-sampai cap saya sebagai cewek PHP ( Pemberi Harapan Palsu ) pun tak kunjung hilang. Lebih parahnya lagi, gosip tentang aku dan dia yang in relationship masih aja nggak ada habisnya. Benar-benar opera sabun yang hebat. Saya jadi geram. Yah... ini sudah merupakan konsekuensi yang harus saya tanggung. Bismillah... sabar. Kalau kamu baca ini, aku minta maaf. Benar-benar maaf. Apa kamu kaget melihat tulisanku yang satu ini? Terkesan kasar, ya? Memang. Hehehe. Saya memang kasar dan ceplas-ceplos. Maaf, kalau tulisan ini membuatmu panas. Tapi, sekali lagi aku BENAR-BENAR MINTA MAAF. Dan bagi orang lain yang juga turut mambaca posting-an saya yang satu ini, selamat membaca dan silakan ambil kesimpulan masing-masing. Cinta itu ilusi bagi orang seperti saya yang memang belum matang dalam memahami makna cinta yang sebenarnya. Bonne Nuit.

Monday, February 14, 2011

MYSTERY

Hi, how are you?
Long time no see ( again! Shame! )~ hehehe...^^;
Mulai besok libur sekolah sampai hari Sabtu. Tapi PR-nya numpuk. GUBRAK!
Gee~ how it will be?
Nevermind. Aku bisa. Insya Allah. Tuhan selalu ada bersamaku. Iya, kan, Ya Allah? :')

O ya, mohon do'anya, ya...
Untuk kesembuhan mbah yang habis operasi...
Dan mama supaya bisa pulang dengan selamat...
Pokoknya semua-muanya sehat wal 'afiat...
Amin.

Mau cerita...
Tapi mulai dari apa dulu, ya?
Kalau tentang remidial... kebanyakan. Jangan, deh, hehehe...^^;

It's about him.
I also do not know and since when but it seems I started to realize it.
Maybe... I... ( NO! )

Kau tak tahu betapa kasarnya dia. Betapa serampangannya dia. Betapa ketusnya dia. Betapa acuh tak acuhnya dia. Betapa menyebalkannya dia. Betapa betapa betapa...
Dan... betapa misterinya dia.

Seringkali ia membantuku... dalam hal-hal kecil. Dan, jujur... aku sangat terkesan. Tak banyak yang seperti itu.

Tak pernah kutahu apa maksudnya. Tak pernah ku mengerti apa yang diinginkannya.

Terkadang tersenyum. Terkadang ramah. Terkadang "menghempas"-ku dengan keras.

Tak bisa ditebak.

Aku masih belum tahu banyak tentangnya.

Lho... untuk apa?
*Bingung*

Terserahlah~
Aku tak tahu, aku tak tahu, aku tak tahuuu~~~

Lia oh Lia...
KONSENTRASI!
>:-|

Wednesday, November 17, 2010

Is That So?

Perasaan itu datang lagi...
Aku jadi mulai bertanya-tanya ( lagi )...

Salahkah aku?
Dosakah aku?

Kalau aku sudah mulai lupa, bolehkah?
Kalau aku sudah mulai suka, bolehkah?
Kalau aku hanya sekedar memandanginya, bolehkah?
Kalau aku ingin selalu berbincang-bincang bersamanya, bolehkah?
Kalau...
Kalau...
Kalau...
Hanya saja... apabila perasaan ini tak bisa dihentikan... bolehkah?

LUPA
Lupakan. Lupakan. Lupakan. Sudah mulai lupa. Lupa. Lupa. Hilang. Hilang.
Akhirnya aku bisa... menjadi 0%. Terima kasih, Ya Allah... :')
Sebab kalau aku terus bertahan... kalau aku terus mundur... kalau aku tak berani melihat ke depan...
Aku takut... aku akan lenyap... dan tengelam... sampai akhirnya aku lupa untuk apa sebenarnya aku hidup.

Tapi, sekarang...

A NEW DAY HAS COME
Dia yang apa adanya.
Kalau rasa itu mulai datang lagi... tak apakah?
Normal, kan, Ya Allah?
Tapi... aku tak tahan... tak tahan lagi.
Kalau ia sedang lewat... atau sekedar berlalu di hadapanku... serasa ada angin berhembus melalui celah-celah urat nadiku.
Kalau aku sedang memandanginya... dan terlihat. Lalu ia balas memandangiku... tubuhku serasa kesetrum.
Kalau aku sedang berbicara dengannya... atau mungkin sekedar melihat senyumannya... aduh, Tuhan... jantungku serasa ingin keluar... dan kepalaku serasa ingin meledak.
Dan lagi...
Ya ampun, apa maksudmu memperlakukanku seperti itu? Tidak jelas... aduh, aku takut salah paham.

Aku masih belum mengerti.
Yang ku lakukan ini... salah? Dosa?
Kalau ada "yang lain"... berarti aku tidak boleh? Begitu?
Ya ampun... kenapa yang satu ini aku tidak bisa lupa?
Bagaimana cara mengontrolnya, Ya Allah?
Maunya tidak kutatap malah ekor mataku selalu menangkap jelas gerak-gerik beserta bayangannya...
Aduh, Ya Allah...
Tolong aku...
Supaya aku tidak tenggelam lagi...
Karena aku masih terlalu takut...
Berani jatuh cinta, berani mencintai, berarti juga harus berani sakit hati.
Dan yang satu itu aku belum siap... aku belum siap kalau harus merasa sakit lagi...



Ini cinta anak berumur 16 tahun.
Ini cinta monyet, kan?
Ini cinta anak ingusan, kan?
Ini cinta bau kencur, kan?
Baiklah, jangan terlalu dipikirkan... jangan terlalu dipikirkan... jangan terlalu dianggap serius... jangan terlalu dianggap serius.
Huufftt...

Maaf, ya, Ya Allah...
Aku banyak dosa.
Dan selalu merepotkan-Mu.
Sekali lagi maaf...
:'(

Thursday, October 21, 2010

Puisi : Rasa

Dalam satu pandangan
Mata bertemu
Hati bertaut
Memendam rasa malu

Aku dan dirimu
Adalah sepasang mata
Adalah satu hati
Adalah cerminan batin

Hei, lelaki!
Matamu tajam, menyimpan banyak arti
Senyummu menawan, kau kubur diri
Betapa keras kepalanya! Betapa teguh pendiriannya!

Hei, lelaki!
Adakah genderang bertalu dalam hatimu?
Perang batin telah usai
Adalah aku yang membiarkan semuanya berlalu...

Saturday, August 7, 2010

Tentang Kamu

Aku nggak tau harus mulai dari mana...
Tapi satu hal yang pasti...
Walau sudah tiga bulan tujuh hari semenjak putusnya hubungan kita...
Tapi susah untuk melupakan semua kenangan-kenangan yang ada.

Delapan bulan enam belas hari...
Walau mungkin dalam waktu sesingkat itu tak ada sedikit pun kenangan yang berarti...
Tapi selalu hadir dalam benakku tiap kali kau melintas di depanku.

Tuhan...
Aku tau dalam agama tak memperbolehkan seorang ikhwan dan akhwat menjalin suatu hubungan tanpa ikatan resmi yang sakral...
Salahkah aku?
Dosakah aku?

Berpandangan dalam nafsu antara ikhwan dan akhwat pun zina.
Jadi, yang ku perbuat selama ini... zina?
Tapi kenapa SETAN itu masih melekat dalam diriku...!?

Setiap aku memandangimu dari kejauhan...
Aku selalu berharap...
Tuhan, buatlah ia menengok padaku.
Melihat diriku.
Melambaikan tangannya padaku.
Sambil tersenyum manis yang hanya ditujukan untukku.

Kini saat kau sedang bersama yang lain...
Tertawa. Bercanda. Bersama...
Ingin rasanya aku berlari secepatnya...
Menangis. Sendirian.
Tuhan...
Apa sudah ada yang lain di hatinya?

Ya Allah...
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Maaf selalu melakukan hal yang salah.
Maaf aku belum bisa melupakannya.

Apa sekarang tak ada sedikit saja "rasa" untukku di hatimu?
Pernahkah kau berpikir sedikit saja tentangku? Tentang keadaanku, mungkin...
TIDAK, ya?
Lalu untuk apa aku terus-menerus memikirkanmu selama ini!?
Tak ada gunanya. KOSONG!
Tangisku sia-sia! Amarahku sia-sia!
Terbuang semua...!!
KAU PUAS!?

Rasanya ingin sekali aku MEMAKI-MAKI DIRIMU dan juga DIRIKU SENDIRI.
SIALAN BANGET lah!
Tapi apa? TAK ADA SATU PUN KATA MAKIAN YANG KELUAR DARI MULUTKU UNTUKMU.
Semua kupendam dalam hati. KUPENDAM SENDIRI.

Aku hanya bisa menangis.
Dan memohon ampun.
Maaf... maaf... maaf...
Maafkan aku, Ya Allah...
Bantu aku, Ya Allah...

Sudahlah...
Lepaskan saja.
Biarlah. Pergilah.
Ya Allah...
Ikhlaskan hatiku.

Cinta itu... menjauhlah.
Tinggalkanlah aku sendiri.
Cinta itu... musnahkanlah.
Karena kau satu-satunya...
Yang ku cintai.

Thursday, May 20, 2010

Aku Hanya Ingin Bertanya : KENAPA?

KENAPA?

Sebuah pertanyaan yang selalu menggelayut dalam benakku.

Tidak bisakah aku mengambil jalan lurus?
Atau...
Tidak bisakah kau mengerti aku?
Kenapa?

Memangnya kenapa kalau air mataku tak bisa dihentikan?
Tiap kali aku melihatmu, rasanya aku ingin pergi saja... menghindarimu.

Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap waktu...
Tak bisakah kau kosongkan ruang di hatiku yang selalu penuh dengan kenangan-kenangan akan dirimu?

Terlalu puitis? Mungkin...
Kalau begitu maaf... "MAAF", hanya itu yang bisa ku katakan padamu.

Setiap aku melihatmu, menatapmu...
Bibirku kelu. Tak bisa bicara sepatah kata pun.
Yang ada hanya senyum. Tersenyum kecil... sambil bertanya-tanya...
"Masihkah kau ingat akan semua itu? Tak adakah yang tersisa satu pun tentangku dalam dirimu?"

Setiap kali aku mengingatmu.
Setiap kali itu pula aku terjatuh.
Luka batin yang tak tertahankan.
Tapi, tak ada artinya juga aku menangis.
Karena aku sudah hilang dari hidupmu.

Setiap aku bertemu denganmu, berbicara denganmu...
Tak terbendung kata "maaf" ingin terus mengalir deras dari mulutku...
Maaf, maaf...
Maaf aku belum bisa melupakanmu.
Maaf aku belum bisa berhenti menangis.
Maaf aku selalu melihat ke belakang.
Maaf aku selalu membuatmu susah.
Dan maaf karena aku mengingkari janji, aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu.
Karena dengan adanya perasaan ini...
Aku belum bisa menganggapmu sahabat, belum...
Sampai sekarang...
Sulit rasanya...

"Rasa" itu tak akan pernah lenyap dalam sekejap.
Masih bisa ku rasakan bagaimana kamu memanggil namaku.
Sambil menepuk pundak kananku.
"Li...", begitu ucapmu.
Dan terkadang aku pun masih bisa merasakannya walau kau tak lagi bersamaku.

Dan ketika aku merasakannya...
Merasakan kehadiranmu.
Panggilan darimu.
Aku menoleh...
Mencarimu.
Tapi tak ku temukan dirimu yang selalu membekas dalam ingatanku.

Aku...
Selalu...
Ingin menangis.
Ingin berlutut.

Maaf...
Benar-benar maaf.
...Dan KENAPA?

*Maaf aku tidak bisa jadi sahabat yang baik untukmu*

Friday, June 26, 2009

Liburan Mendadak! Ke Jakarta!!

My e-Diary...!!
Wuah, bilangnya nggak bakalan liburan kemana-mana, eeh... ternyata kita bakalan liburan ke Jakarta 'n berangkat Selasa depan ( 30 Juni 2009 )! Mendadak banget...!!
Senang? Iya, doong... udah pasti seneng... kan udah lama nggak ketemu sama keluarga di Jakarta. Apalagi katanya Tyas dll... udah pada ke Jakarta duluan. Wah, bakal rame, nih...!
Tapii... ada sedihnya juga, sih... nggak tau kenapa aku bimbang untuk liburan kali ini. Rasanya aku nggak sanggup ninggalin Purwokerto biar cuma sebentaaarr... aja! Kayaknya, rasanya... aduh, gimana gitu... kangenlah pokoknya! (>_<)
Soalnya aku nggak bisa jauh-jauh dari dia...

. I Love U .
. I Miss U .
. I Need U .
Sooo... much much much!

Haduuh... bakalan kangen berat, nih...

Tuesday, May 12, 2009

Liburan... Bosseenn...!!

My e-Diary...
Liburan selama 6 hari ini, ternyata... asyik, sih, tapii... bosseeeennn...!! Kenapa, ya, kalau pas hari-hari sekolah pengennya libur, tapi pas liburan malah pengennya masuk sekolah?? Kangen, sih... kangen sama temen-temenku di VIII-E yang gokil-gokil gitu, deeh... wkkk...!! (^o^)
Aduh... pengennya, sih, ntar pas kelas IX temen-temennya tetep yang seperti di VIII-E ini... lebih seruuu...! Masa' ntar kelas IX pisah?? Udah gitu denger-denger ( katanya ) mau dicampur aduk lagi karena kelas VIII-G mau masuk jadi reguler...! Wah, wah, wah... akan dengan siapakah diriku ini nanti...??
Huufft... bosen... liburan nggak ada kerjaan kecuali bantu-bantu Mama, baca komik, baca novel, les, belajar ( itu pun kadang-kadang nggak serius sama sekali ), 'n SMS-an ( kalau yang ini, sih, aku sukaaa... ). Hmm... kangen... aku kangen sama... he-he-he... ha-ha-ha...

I.L.U n I.M.U, Say... (^__^)
...mmMuUaacH!! (^3^)

Wkwkwkwk...!!

Saturday, May 9, 2009

Dia...

Dia...
Yang selalu kulihat...
Yang selalu ku rindukan...
Yang selalu kunanti...

I Love You
I Miss You
Soo... much!

He-he-he... (^__^)

Saturday, April 25, 2009

Aku Bingung...

My e-Diary...
Aku bingung... kepada siapa aku harus bersandar? Kepada siapa aku harus menangis? Kepada siapa aku harus memiliki rasa ini? Kepada siapa aku harus memilih? Cintakah? Atau...?
Tak penting bagaimana pandangan orang mengenai dirinya yang ( katanya ) terkadang menyebalkan. Tak kupikirkan bagaimana ia mengacuhkan omongan orang dan omonganku ( bahkan ) sampai terkadang membuatku kesal. Tak peduli seperti apa dia. Yang jelas aku cinta dia. Dan aku terima dia apa adanya...
Di mataku ia sempurna. Masa bodoh dengan segala kekurangan dan keburukannya yang penting aku cinta dia. Tapi... benarkah aku telah buta oleh cinta? Cinta monyet yang kata orang tak jelas dan hanya akan berlalu seiring waktu. Cinta anak ingusan yang harus segera dilupakan dan tak harus dipikirkan. Bahkan cinta yang telah membuatku lupa bahwa ada yang lebih mencintaiku, yaitu Allah SWT...?
Tuhan... aku tak tau apa langkah yang kuambil ini benar atau tidak. Aku lelah dengan semua ini. Setiap saat aku jatuh, ia mampu membangunkan semangat dalam diriku yang telah tertidur selama ratusan tahun. Tapi, aku merasa... aku tak boleh melangkah lebih jauh dari ini. Perlahan-lahan aku harus mundur... selangkah demi selangkah... untuk mendapatkan yang terbaik... bagiku dan bagi dirinya.
Telah aku ungkapkan semua rasa yang ada di hatiku. Telah kutumpahkan semua kejujuranku. Dan tanpa sadar telah kucurahkan pula seluruh kejahatanku. Tuhan... aku merasa hatiku dapat meleleh karena kata-kata dan senyumnya. Aku merasa diriku dapat hancur karena terus menangisinya. Dan aku merasa otakku tak bisa berpikir jernih lagi karena dia.
Rasanya... sakit, Tuhan... terkadang aku benci dan menyesali diriku sendiri. Kenapa aku bisa jatuh cinta padanya? Tapi, yah... seperti kata orang, " Cinta tumbuh secara tak sengaja. Kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan apapun... kau bisa menemukan cintanya. "
Tuhan, aku tau... kalau begini terus, aku bisa mati rasa. Seakan-akan seluruh tubuhku selalu dialiri dirinya. Haruskah aku melupakannya, Tuhan? Jika ini memang yang terbaik, akan kulaksanakan. Tapi susah, Tuhan... maka dari itu bantulah aku, Tuhan. Temui kembali aku dengan diriku yang dulu. Dimana aku bisa menjalin persahabatan dengan bebas dan dengan siapapun. Tanpa harus menyakiti yang lain... aku tau, apapun itu rencana-Mu. Itu adalah yang terbaik dari-Mu untuk diriku dan yang lainnya...
O ya, Tuhan... terima kasih sudah mengenalkanku padanya. Meskipun sama-sama ada rasa dalam hati kami, namun aku merasa aku tak akan pernah bisa menggapainya. Tapi, dari rasa ini... dapat kupetik kembali pelajaran berharga dari-Mu yang ( mungkin ) sampai sekarang belum bisa kutemukan. Tapi, tetap saja... aku benar-benar ingin menyampaikan rasa terima kasih ini pada-Mu. Terima kasih, Ya Allah... Engkaulah yang terbaik di antara yang paling baik. Aku lega sekarang...

Saturday, March 28, 2009

Salahkah Aku...?

Salahkah aku...
Menyukai dia... apa adanya?

Tapi... aku nggak mungkin pantas, yah...??
Masih banyak yang lain dan yang lebih baik dari aku...

Lebih baik kupendam saja perasaanku ini...
Dan kukubur dalam-dalam...

Dan akan selalu mencoba menjadi...
Sahabat terbaik baginya.

I Love U, Friend... So much.

Saturday, March 14, 2009

It's All About YOU . . .

It's useless for me to love you
Because I know...
That you are in here, beside me
But you never see me

Maybe you confused of what do I feel now
Sometimes yes, sometimes not...
You can't guess it
Because I always try to keep my feeling a secret

I want you to know
That I have a crush with you
It's my one-sided love
My special feeling and it's just for you

Well, nevermind...
Let me confront it myself
Now, go away...!
I'll let you go

You are free to go now
Go away with her
But don't leave me alone forever
Because we still friends, right?

And you know what?
I still love you
I'll never forget what do I feel now
Until you find your happiness, until I leave the world, until I die...


I Love U, Friend...
So much.

Thursday, December 18, 2008

Gagal...

My e-Diary...
Hari ini ultah kakakku yang ke-17 'n aku belum beli kado buat dia. Rencananya, sih, mau beli satu set alat tulis Faber Castell ( yang buat ujian itu, lhoo... ), tapii... ntar aja, ah! Aku juga masih capek...
Tadi pagi aku ke SMP N 5-Purwokerto buat ikut Lomba Membaca Cerpen bareng Elsa VII-A. Nah, kita, tuh, baru berangkat jam 08.30 WIB, padahal lombanya mulai jam 08.00...!! Tapii... untungnya pas sampe sana lombanya belum juga mulai 'n aku dapet nomor urut 29! Hwek-hweekk... lama bangeetttzz... pas udah mau tiba giliranku, aku kebelet pipis lagi...! Wah, kacau! Jantungku deg-degan gak karuan!! Udah gitu, aku juga mikirin waktu yang mepet karena aku mau ada Oral Test di LIA jam 14.00!! Mana udah jam 12.35, lagi... akhirnya, aku maju dengan keringat dingin. Aku baca semaksimal mungkin sampe ( kayaknya ) emosiku juga ikut meluap-luap gara-gara mikirin Oral Test di LIA!!
" Aaah... udah gak sempeeett... udah jam seginii... bisa-bisa aku nggak naik tingkat, niih... duh, Ya Allah... terserah, deh, mau menang tau nggak, aku udah pasrah! Yang penting aku bisa maju dua-duanya ( baca cepen 'n Oral Test )!! )
Akhirnya, akuu... GAGAL! Aku nggak masuk 6 besar! Truz Oral Test-nya aku ikut susulan!! Waah... lemes, deh... tapi, nggak apa-apalah. Yang penting pengalaman... iya toh??
Truz, aku pulangnya ke rumah Mbah dulu untuk sementara... abis itu balik lagi ke rumah asliku, he-he-he... abis itu, aku nge-cek HP-ku. Waw, ada 5 SMS masuk! Ada dari Farah, Vendra, 'n Gitta. Ya ampuun... enak banget, yah, Farah 'n Vendra lagi seneng-seneng di Bali. Mereka lagi di Tanah Lot! Katanya Vendra dia udah foto-fotoan sama temen-temennya sampe celananya basah semua! Hhh... asyik, yaa...
Ya Allah, beri aku kesabaran 'n ketabahan, yaa... Amin.


I saw you...

When you were happy
When you were sad
When you were bored
When you were angry

And then I knew you...

I talked to you
I laughed with you
I heard you
I tried to be by your side

Next, I trusted you...

I saw your eyes
I saw the way you look at me
I held your hand
I said something to you

" Thank's...! "

And now I miss you very much...

Monday, December 8, 2008

Termangu

Kau diam dan terpaku
Ada sesuatu
Yang ku tak tahu

Mengapa tak kau jawab
Ku tahu
Kau menyimpan banyak beban

Jangan terpaku
Aku di sini
Katakanlah
Ada apa sesungguhnya

Sayang...



this is for someone who has many problem... don't let me go, I'll be by your side.
tell me the truth so I'll know what do you feel now...
I trust you... and you trust me, right?
let it be our secret... it's just about us... only us.

Saturday, December 6, 2008

Still About Study Tour...

Hay, hayy, heyyy... My e-Diary!!! \(^o^)/
Duuh... lama banget nggak curhat-curhat di sini gara-gara komputerku kalo dipake nge-net macet melulu 'n aku ada Ulangan Semester I...!! Hari ini, akhirnya ulangannya selesai juga, deh...
Last Monday, aku ngasih kado ke " someone " karena dia ultah. Gara-gara bingung mau kasih apa, akhirnya aku kasih kado buku, deh! He-he-he, maaf kalau kadonya jelek, yah... f(^_^)
Still about study tour, nggak tau kenapa semakin dekat dengan tanggal keberangkatan study tour ke Bali, perasaanku semakin nggak enak. Yaa... aku emang nggak ikut, sih, karena nggak dikasih izin ortu... tapi, gimana sama temen-temen 'n guru-guruku?? Vendra, Farah, Rio, Angga, Nesya, Kinanti, Bu Ida, Pak Muksin, Pak Cipto, dll... duuh, moga-moga nggak terjadi apa-apa 'n mereka semua selalu dalam lindunganMu, Ya Allah... Amiiin...!! (>_<)


Kupu-kupu hitam...
Jangan kau dekatiku lagi
Bawalah aku berita damai
Bukan berita bencana yang akan membuatku mati rasa...

Saturday, November 8, 2008

Vendraaa... this is U R e-mail!! (^o^)

My e-Diaryyy......!!!
Akhirnyaa... setelah berusaha beberapa kali bikin ID buat Vendra... ternyata jadi jugaa!! Mulai dari " playful ", " confession_no1 ", sampai akhirnya " vendra_3c "... akhirnya, sekarang email-nya jadi juga... aah, legaa... alamatnya vendra_3c@yahoo.co.id
Vendra, sorry, ya, kalau bikinnya kelamaan... tapii, pas tadi aku udah cek email-nya dia... masa' namanya jadi pake nama depan?? Wkkkk... jadinya " Selamat Datang, Dwi! ", deh... he-he-he... nggak apa-apa, khan, Vendra 3C...?? (^_^;)